Jujur, ketika pertama kali aku mendengar mahfudzot yang satu ini aku bingung. Bagaimana mungkin orang yang membuat kita menangis itu layak disebut sebagai teman. Bukankah itu lebih layak disebut sebagai musuh?
Tapi teman ini adalah seorang shodiiq (lihat penjelasan mahfudzot ini dulu). Orang yang jujur pastilah berkawan atau berteman dengan orang yang jujur. Dan kebingungan ini lambat laun akhirnya terjawab.
Suatu ketika Rasulullah mengajarkan, Bantulah saudaramu, baik waktu didholimi atau mendholimi, maka spontan saja para sahabat bertanya. “Ketika didholimi tentu saja kami membantu, tapi waktu ia mendholimi, bagaimana kami bisa membantunya?”
Bantulah dia dengan mencegahnya melakukan kedholiman. Atau bila terlanjur ia lakukan, hentikan kedholimannya segera, itulah bantuan yang harus kau lakukan sebagai saudara. Begitu jawab Rasulullah.
Aku tersentak. Bisa jadi seorang teman akan mencegahmu mati-matian untuk berbuat dholim dan itu adalah bantuan yang terbaik bagimu.
Sebaliknya, Rasulullah juga mengatakan, Siapa yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa, celakalah dia… celakalah dia. Aku makin tercengang dan termangu.
kawan adalah orang yang sanggup membuat kita menangis karena mencegah kita melakukan kedhaliman. Ia tidak ingin kita menjadi orang yang jahat dan buruk. Yang ia lakukan adalah sesuatu yang baik, meski kadang prosesnya membuat kita menangis, marah kecewa dan kesal.
Sebaliknya berhati-hatilah dengan orang yang sering membuat kita tertawa. Karena bisa jadi ia sebenarnya menghalalkan dusta demi membuat kita nyaman, tidak sadar dan terbuai dengan tawa.
Lalu pertanyaannya ialah apakah dirimu membuat menangis atau tertawa? Wallahu a’lam

setuju mas. mereka yang mampu membuat kita menangis lebih mengerti kita dan menginginkan kita untuk lebih baik.
tapi tak mudah ya mas menjadi teman yang seperti itu. karena banyak yang merasa – bahwa kita terlalu ‘sok tahu’ tentang mereka.
tapi itulah gunanya teman, kalau hanya ingin yang senang-senang saja, lihat ovj aja.
gak terlalu suka ovj sih mas… lucunya karena kecelakaan doang…
bahkan kadang, saat ‘memakai topeng’ untuk membuat temannya happy dan merasa aman, ada yang berdalih,
“gpp berbohong demi kebaikan”.
-_-
berbohong demi kebaikan ada aturannya. Aturannya ketat banget
dalam berteman memang harus jujur, meskipun itu menyakitkan buat teman kita, tapi toh tujuannya berbuat yang terbaik buat teman.
itu dia maksudnya…
ah, ya ya..
ya ya, yang mana ya?
Mungkin yang harus diperhatikan, the way to communicate-nya bukan Mas?
Kreativitas kita yg diperlukan untuk menyampaikan pesannya. Gitu gak ya?
bisa jadi, cuma kadang kalo dah mentok? Gi mana Dong?
Katakan walaupun itu pahit..
biasanya tak banyak teman yang seperti itu….
walaupun gak banyak, tapi teman seperti itu yang kita butuhkan
like!