Buah Kelengahan adalah Penyesalan dan Buah Kecermatan adalah Keselamatan

Ada dua kata yang menarik dalam mahfudzot di atas. Yang pertama adalah “at-tafriith” yang diartikan sebagai kelengahan. Dan yang kedua adalah “al-hazm” yang diartikan sebagai kecermatan. Bila dicari asal katanya, maka padanan kata “al-hazm” yang lebih cocok adalah “mastery.” Sementara “at-tafriith” adalah lawan makna dari “al-hazm.” Jadi bila digabungkan kembali mahfudzot di atas menjadi kurang […]

Jika Akal Sempurna, Sedikit Bicara

Mahfudzot ini bukan bicara soal diam itu emas dan bicara itu perak. Tapi kesederhanaan dalam berkata adalah ciri keahlian seseorang. Sebaliknya, banyak bicara adalah tanda kurangnya ilmu yang dipunya. Kalau bahasa mendiang Steve Jobs, "simplicity is the ultimate sophistication." Kesederhanaan adalah kerumitan yang paling tinggi. Semakin sederhana, semakin tinggi ilmunya. Dan ini berlaku di mana-mana […]

Kelemah-lembutan kepada Orang yang Lemah adalah

Kawan, ketika kau berjumpa dengan seseorang yang kaya bagaimana perlakuanmu kepadanya? Pastilah kau akan bersopan santun ketika bertemu dengannya. Ketika dalam sebuah acara pertemuan, mereka para orang kaya ini, pasti diminta untuk duduk di kursi yang enak dan empuk. Begitu juga ketika kau bertemu dengan orang yang memiliki jabatan, pengaruh atau kedudukan. Kau juga akan […]

Dalam Kehati-Hatian ada Keselamatan, dan dalam

Untuk mahfudzot yang satu ini aku teringat sebuah pelajaran penting dari Mas Arif Pemenang, salah seorang pemilik bisnis Event Organizer. Beliau bercerita bahwa dulu beliau mengawali bisnis dengan modal otak kanan. Yang penting lakukan saja. Itulah yang menjadi modal kata Mas Arif. Tapi bila ditanya sekarang mungkin jawabannya berbeda. Bisnis tidak bisa dijalankan hanya dengan […]

Sebaik-baik Manusia ialah yang Paling Baik Akhlaknya dan Paling Bermanfaat bagi Orang Lain

Bagi sebagian orang ini sudah pasti diingat, tapi dalam pelaksanaan, banyak yang tertipu. Terutama mereka yang memiliki bisnis. Ketika melihat judul itu yang terbayangkan adalah tugas Rasulullah. Tugas beliau adalah menyempurnakan akhlak yang mulia. Selain itu juga menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak pernah kujumpai satu kisah pun terkait tugas Rasulullah adalah agar masuk surga […]

Tinggalkanlah Keburukanmu, Keburukan itu akan Meninggalkanmu

Untuk meninggalkan keburukan pada diri sendiri, paling tidak ada tiga proses yang harus kau jalani. Mendefinisikan-melihat konteks, mendapatkan dukungan, dan barulah meninggalkan keburukan. Keburukan yang kita lakukan seringkali kita anggap baik. Dan orang lain yang menganggapnya baik, bisa jadi kita menganggapnya buruk. Itulah persepsi manusia. Dan semua manusia tidak bisa lari dari persepsinya. Untuk itu, […]

Jangan Menunda Pekerjaanmu Hingga Esok Hari apa yang Kau Dapat Kerjakan Hari Ini

Menunda pekerjaan, ini sebuah penyakit yang juga menyerangku. Baik sekarang atau di masa laluku. Kuliah yang seharusnya selesai dalam empat tahun kuselesaikan dalam waktu tujuh tahun. Bukan sebuah prestasi yang pantas  dibanggakan. Menunda pekerjaan memang ada hubungannya dengan mental seseorang. Entah kau setuju atau tidak, tapi menurutku ada dua mental yang mempengaruhi seseorang sehingga ia […]

Bersungguh-Sungguh atau Bermalas-Malasan Sama-Sama bisa Membawa Penyesalan

“Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malasan, dan jangan lengah, karena penyesalan itu menimpa orang-orang yang malas.” Ini adalah sebuah mahfudzot yang menekankan betapa pentingnya kesungguhan. Tapi berbeda dengan man jadda wajada yang lebih melihat sisi positifnya, mahfudzot ini menekankan dari sisi negatifnya. Mahfudzot ini melihat akibat buruk dari sebuah kemalasan. Malas dalam Bahasa Arab ditulis dengan “kasala”. Dan […]

Hadirkan Cinta Malasmu Sirna

Dalam sebuah mahfudzot disampaikan, “Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malas, dan jangan lengah, karena penyesalan itu atas orang yang bermalas-malas.” Semua sudah paham masalah itu, tapi tetap saja mengetahuinya tidak selalu identik salalu berhasil memunculkan kesungguhan dan menghindarkan diri dari kemalasan. Karena kesungguhan ini bukan sekedar masalah pikiran, tapi juga masalah jiwa dan emosi seseorang. Hanya bagi mereka […]

Siapa yang Banyak Perbuatan Baiknya, Banyak Saudaranya

Sebenarnya tidak ada yang bisa dikupas lebih mendalam lagi soal mahfudzot yang satu ini. Semuanya sudah gamblang. Bagi mereka yang ingin mendapatkan banyak saudara, maka wajib baginya menambah kebaikannya. Tapi dalam kehidupan nyata, akan lebih sesuai maknanya bila maknanya menjadi, “arah perbuatan baikmu menentukan siapa saudaramu.” Mengapa demikian? Karena seringkali orang melihat, bahwa kebaikan itu […]

Siapa yang Banyak Perbuatan Baiknya, Banyak Saudaranya

Sekilas, mahfudzot di atas terkesan biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Aku juga berpikir seperti itu. Tidak ada yang bisa kuceritakan banyak tentang ungkapan di atas. Tapi sedikit berbeda ketika aku searching di google dengan keyword “how to make friends”. Ada tiga situs teratas yang kubuka tentang bagaimana menjalin sebuah persahabatan. Berdasarkan tiga situs di […]

Siapa yang Menggali Lubang, Dialah yang Akan Jatuh ke Dalamnya

Mahfudzot ini memang sering diartikan dengan bahayanya usaha seseorang untuk mencelakakan orang lain. Maknanya bila ia ingin mencelakakan orang lain, maka ia sendiri akhirnya yang akan terperosok dalam celaka yang telah ia buat. Namun menyambung dengan tulisan tentang kemenangan dan psy war beberapa saat yang lalu, aku sadar bahwa mahfudzot ini juga berhubungan. Kemenangan sejati […]