Jangan Menunda Pekerjaanmu Hingga Esok Hari apa yang Kau Dapat Kerjakan Hari Ini

Menunda pekerjaan, ini sebuah penyakit yang juga menyerangku. Baik sekarang atau di masa laluku. Kuliah yang seharusnya selesai dalam empat tahun kuselesaikan dalam waktu tujuh tahun. Bukan sebuah prestasi yang pantas  dibanggakan. Menunda pekerjaan memang ada hubungannya dengan mental seseorang. Entah kau setuju atau tidak, tapi menurutku ada dua mental yang mempengaruhi seseorang sehingga ia […]

Bersungguh-Sungguh atau Bermalas-Malasan Sama-Sama bisa Membawa Penyesalan

“Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malasan, dan jangan lengah, karena penyesalan itu menimpa orang-orang yang malas.” Ini adalah sebuah mahfudzot yang menekankan betapa pentingnya kesungguhan. Tapi berbeda dengan man jadda wajada yang lebih melihat sisi positifnya, mahfudzot ini menekankan dari sisi negatifnya. Mahfudzot ini melihat akibat buruk dari sebuah kemalasan. Malas dalam Bahasa Arab ditulis dengan “kasala”. Dan […]

Hadirkan Cinta Malasmu Sirna

Dalam sebuah mahfudzot disampaikan, “Bersungguh-sungguhlah, jangan bermalas-malas, dan jangan lengah, karena penyesalan itu atas orang yang bermalas-malas.” Semua sudah paham masalah itu, tapi tetap saja mengetahuinya tidak selalu identik salalu berhasil memunculkan kesungguhan dan menghindarkan diri dari kemalasan. Karena kesungguhan ini bukan sekedar masalah pikiran, tapi juga masalah jiwa dan emosi seseorang. Hanya bagi mereka […]

Siapa yang Banyak Perbuatan Baiknya, Banyak Saudaranya

Sebenarnya tidak ada yang bisa dikupas lebih mendalam lagi soal mahfudzot yang satu ini. Semuanya sudah gamblang. Bagi mereka yang ingin mendapatkan banyak saudara, maka wajib baginya menambah kebaikannya. Tapi dalam kehidupan nyata, akan lebih sesuai maknanya bila maknanya menjadi, “arah perbuatan baikmu menentukan siapa saudaramu.” Mengapa demikian? Karena seringkali orang melihat, bahwa kebaikan itu […]

Siapa yang Banyak Perbuatan Baiknya, Banyak Saudaranya

Sekilas, mahfudzot di atas terkesan biasa-biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Aku juga berpikir seperti itu. Tidak ada yang bisa kuceritakan banyak tentang ungkapan di atas. Tapi sedikit berbeda ketika aku searching di google dengan keyword “how to make friends”. Ada tiga situs teratas yang kubuka tentang bagaimana menjalin sebuah persahabatan. Berdasarkan tiga situs di […]

Siapa yang Menggali Lubang, Dialah yang Akan Jatuh ke Dalamnya

Mahfudzot ini memang sering diartikan dengan bahayanya usaha seseorang untuk mencelakakan orang lain. Maknanya bila ia ingin mencelakakan orang lain, maka ia sendiri akhirnya yang akan terperosok dalam celaka yang telah ia buat. Namun menyambung dengan tulisan tentang kemenangan dan psy war beberapa saat yang lalu, aku sadar bahwa mahfudzot ini juga berhubungan. Kemenangan sejati […]

Pikirkanlah sebelum Kau Memutuskan

Mahfudzot ini sepertinya pas sekali dengan habit nomor dua dalam “7 habits” -nya Stephen Covey. Keduanya sama-sama menganjurkan agar kau membuat perencanaan, membayangkan, sebelum memutuskan sesuatu. Bila tidak berhati-hati, pekerjaan memutuskan akan membuat masa depanmu tidak jelas. Kau hanya akan berakhir dalam masa depan orang lain. Ibarat seorang aktor, kau hanya akan menjadi figuran dalam […]

Jangan menghina orang lain, karena tiap sesuatu itu mempunyai kelebihan.

Mahfudzot yang satu ini selalu menjadi salah satu favoritku selain “man jadda wajada” dan “man saaro ‘alad darbi washola”. Yang menjadi alasannya ialah pada kalimat keduanya, “karena tiap sesuatu itu mempunyai kelebihan”. Sudah menjadi ketentuan bagi manusia untuk memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan ini muncul berbeda dari satu orang ke orang lain. Dan […]

Jika Jujur Keinginan Seseorang, Maka akan Jelaslah Jalannya

Sebenarnya mahfudzot ini pernah kusampaikan sebelumnya. Namun saat itu aku mengartikan shodaqo itu dengan kuat. Padahal shodaqo itu artinya jujur. Apa maksudnya jujur dalam keinginan? Jujur menurutku adalah samanya antara apa yang ada di hati, di lisan dan tingkah laku. Itu adalah jujur. Berarti, keinginan yang jujur itu tidak hanya ada di dalam lisan, tapi […]

Penyakit Ilmu Adalah Lupa

Inilah yang sering digaungkan oleh para blogger macam Pak Lambang Sarib, Pak Iwan, Mas Ryan dan teman-teman lainnya. Karena sudah menjadi kodrat manusia untuk lupa, maka ilmu yang sering didapat juga akan terlupa. Oleh sebab itu, penting bagi semua orang yang ingin melekatkan ilmunya untuk menulis. Ilmu apapun itu. Ketika dituliskan, ketika ia lupa, maka […]

Budi Pekerti Yang Buruk itu Menular

Kenapa perilaku yang buruk itu menular? Padahal manusia itu diciptakan untuk menjadi orang yang jujur, lalu kenapa berbohong itu lebih mudah menular dari pada kejujuran? Adakah cara agar perilaku yang baik bisa menular? Bisakah perilaku yang baik itu berlomba dan menang melawan perilaku yang buruk? Terlebih dahulu aku mencari asal kata dari akhlaq. Karena dalam […]

Angsa lebih Berharga daripada Telur meski Telurnya Terbuat dari Emas

Di tengah perjalanan pulang dari kantor, terngiang di kepalaku mahfudzot “Kebaikan budi pekerti seseorang itu lebih berharga daripada emasnya.” Meski telah aku sampaikan maknanya, tapi ada yang mengusik di kepalaku. Ketika itu aku menemukan makna lain yakni, “Manusia yang beradab atau berkualitas itu lebih berharga daripada emas yang dihasilkannya.” Terbayang prinsip prodution capacity dari Stephen […]