Miskin itu Bukan Sebuah Kehinaan

Kawan, seringkali orang menilai bahwa miskin adalah tanda kehinaan, kerendahan derajat. Dan sebaliknya, kaya adalah tanda keberhasilan, kesuksesan. Tapi mahfudzot berikut lain. "Bukanlah aib bagi orang yang fakir, tapi aib itu bagi orang yang kikir." Artinya, kondisi kaya atau miskin itu bukan pertanda kemuliaan atau kehinaan. Karena untuk rizki yang diluaskan atau dicukupkan, adalah ketentuan […]

Tiap Omongan Ada Tempatnya

Dalam kalimat lengkap, mahfudzot ini berbunyi, "likulli maqoolin maqoomun wa likulli maqoomin maqoolun". Yang artinya untuk setiap perkataan ada tempatnya dan tiap tempat ada perkataannya. Yang kupahami dengan mudah maksud mahfudzot ini adalah agar kita menempatkan perkataan tang tepat sesuai dengan tempatnya. Sehingga tidak tepat ketika berada di sekolah yang dibahas adalah hasil pertandingan sepak […]

Sebaik-baik Perkara adalah Pertengahannya

Tidak terlalu cantik dan tidak terlalu jelek, yang sedang-sedang saja. Salah satu lirik lagi dangdut yang pernah tersohor itu juga mengikuti apa yang disampaikan mahfudzot di atas. Dan yang di pertengahan itu juga yang membuat muncul rasa nikmat dalam belajar. Bayangkan saja, belajar yang memunculkan rasa nikmat. Dan ada hubungannya dengan yang di pertengahan. Hal […]

Sebaik-baik Hartamu adalah yang Bermanfaat Bagimu

Banyak orang tidak sadar bahwa harta yang berharga bukanlah lagi uang. Dan cara yang paling baik dalam menggunakan harta yang paling berharga itu adalah dengan menghabiskannya dan bukan menyimpannya. Kawan, uang sekarang ini bukanlah penentu kekayaan. Karena mencari uang kini tidak lagi sesulit dulu. Penentu kekayaan juga bukan rumah, mobil, atau kekayaan fisik lainnya. Lalu […]

Katakan yang Benar Walaupun itu Pahit

Pepatah atau mahfudzot ini tidak hanya ada di Indonesia atau di Arab saja. Tapi ada di berbagai belahan dunia. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku ini adalah perilaku yang mulia di semua budaya. Pertanyaan yang ingin kuajukan pada pepatah ini adalah, "Siapkah kau menghadapi pahitnya?" Karena banyak orang menganggap perilaku ini adalah perilaku yang penuh dengan […]

Tidak Menjawab atas Orang yang Bodoh adalah Jawaban

Dulu aku mengira mahfudzot ini mengajarkan agar tidak menghiraukan pertanyaan dari orang yang bodoh. Setiap kali ada pertanyaan dari orang yang bodoh, lebih baik tidak dijawab. Karena kalau dijawab mereka juga tidak akan mengerti. Baru di kehidupan nyata aku memahaminya. Meninggalkan jawaban tidak selalu jadi jawaban. Tapi ia menjadi salah satu jawaban yang bisa aku […]

Buah Kelengahan adalah Penyesalan dan Buah Kecermatan adalah Keselamatan

Ada dua kata yang menarik dalam mahfudzot di atas. Yang pertama adalah “at-tafriith” yang diartikan sebagai kelengahan. Dan yang kedua adalah “al-hazm” yang diartikan sebagai kecermatan. Bila dicari asal katanya, maka padanan kata “al-hazm” yang lebih cocok adalah “mastery.” Sementara “at-tafriith” adalah lawan makna dari “al-hazm.” Jadi bila digabungkan kembali mahfudzot di atas menjadi kurang […]

Jika Akal Sempurna, Sedikit Bicara

Mahfudzot ini bukan bicara soal diam itu emas dan bicara itu perak. Tapi kesederhanaan dalam berkata adalah ciri keahlian seseorang. Sebaliknya, banyak bicara adalah tanda kurangnya ilmu yang dipunya. Kalau bahasa mendiang Steve Jobs, "simplicity is the ultimate sophistication." Kesederhanaan adalah kerumitan yang paling tinggi. Semakin sederhana, semakin tinggi ilmunya. Dan ini berlaku di mana-mana […]

Kelemah-lembutan kepada Orang yang Lemah adalah

Kawan, ketika kau berjumpa dengan seseorang yang kaya bagaimana perlakuanmu kepadanya? Pastilah kau akan bersopan santun ketika bertemu dengannya. Ketika dalam sebuah acara pertemuan, mereka para orang kaya ini, pasti diminta untuk duduk di kursi yang enak dan empuk. Begitu juga ketika kau bertemu dengan orang yang memiliki jabatan, pengaruh atau kedudukan. Kau juga akan […]

Dalam Kehati-Hatian ada Keselamatan, dan dalam

Untuk mahfudzot yang satu ini aku teringat sebuah pelajaran penting dari Mas Arif Pemenang, salah seorang pemilik bisnis Event Organizer. Beliau bercerita bahwa dulu beliau mengawali bisnis dengan modal otak kanan. Yang penting lakukan saja. Itulah yang menjadi modal kata Mas Arif. Tapi bila ditanya sekarang mungkin jawabannya berbeda. Bisnis tidak bisa dijalankan hanya dengan […]

Sebaik-baik Manusia ialah yang Paling Baik Akhlaknya dan Paling Bermanfaat bagi Orang Lain

Bagi sebagian orang ini sudah pasti diingat, tapi dalam pelaksanaan, banyak yang tertipu. Terutama mereka yang memiliki bisnis. Ketika melihat judul itu yang terbayangkan adalah tugas Rasulullah. Tugas beliau adalah menyempurnakan akhlak yang mulia. Selain itu juga menjadi rahmat bagi seluruh alam. Tidak pernah kujumpai satu kisah pun terkait tugas Rasulullah adalah agar masuk surga […]

Tinggalkanlah Keburukanmu, Keburukan itu akan Meninggalkanmu

Untuk meninggalkan keburukan pada diri sendiri, paling tidak ada tiga proses yang harus kau jalani. Mendefinisikan-melihat konteks, mendapatkan dukungan, dan barulah meninggalkan keburukan. Keburukan yang kita lakukan seringkali kita anggap baik. Dan orang lain yang menganggapnya baik, bisa jadi kita menganggapnya buruk. Itulah persepsi manusia. Dan semua manusia tidak bisa lari dari persepsinya. Untuk itu, […]