Kemunculan Berhala


Berikut adalah salah satu kisah tentang disembahnya tandingan bagi Allah SWT. Dikisahkan bahwa di masa Rasulullah SAW berdakwah ada beberapa nama yang dijadikan sebagai berhala yakni, Wadd, Suwwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. Kesemua nama tersebut adalah nama-nama yang disembah di daerah yang berbeda ketika masa dakwah Rasulullah.

Ternyata nama-nama tersebut adalah nama-nama para pahlawan di masa-masa sebelumnya. Nyatanya, bahwa kesemua orang tersebut adalah orang terhormat di masa Nuh AS. Bayangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengubah seorang pahlawan menjadi berhala?

Mereka semua adalah orang orang yang berada dalam kebenaran. namun ternyata di akhirnya mereka menjadi sesembahan yang dijadikan tandingan bagi Allah swt.

Kisahnya adalah sebagai berikut. Setelah keempat orang terhormat tersebut meninggal. Setan membujuk agar para pengikut Nuh membuat patung dan diletakkan di suatu tempat khusus untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada para manusia terhormat tersebut. Dan para pengikut Nuh pun mengikuti. Niatan awal mereka adalah agar mereka tetap bisa mengingat mereka sebagai manusia biasa yang memiliki derajat yang terhormat karena kedekatannya dengan Allah.

Namun waktu berlalu, zaman berganti. Kisah yang awalnya adalah manusia yang terhormat karena kedekatannya dengan Allah menjadi hilang. Yang muncul adalah bahwa patung-patung tersebut adalah perwujudan dari sesuatu yang memberikan kebaikan kepada nenek moyang mereka. Dan nenek moyang mereka mendapatkan kebaikan serta kenikmatan akibat mengingat mereka di tempat tertentu.

Hal ini diakibatkan para pembangun patung dan pengetahuan mereka tentang alasan mereka membangun patung hilang seiring pergantian jaman. Hingga akhirnya muncul di jaman Rasulullah nama-nama tersebut menjadi nama-nama berhala yang dengan jujur disembah sebagai tuhan. Atau paling tidak mereka disembah karena mereka dianggap bisa mendekatkan diri mereka kepada Allah.

Pergeseran niatan awal untuk mengingatkan untuk tetap lurus di jalan Allah dengan mengingat orang-orang yang benar berakhir di menyembah berhala. Meskipun waktu yang dibutuhkan setan berpuluh bahkan beratus tahun lamanya hasilnya dengan keteguhan, ia berhasil membujuk banyak orang untuk tidak menyembah Allah dengan benar. Tapi lebih memilih mengikuti cara nenek moyangnya meskipun dia sendiri tidak tahu apakah yang dilakukannya benar ataukah tidak?

Demikian itu memang strategi setan membelokkan dari niatan yang benar menjadi sesuatu yang sangat jauh dari tujuan awalnya. Bisa jadi simbol-simbol yang kita lihat sekarang ini dijadikan tandingan Allah adalah sosok-sosok orang yang baik di masa lalu. Lalu para orang di masa setelahnhya membangun memorial untuk mengingatkan bahwa ada orang-orang yang mulia dan terhormat. Dan sekarang dengan berjalannya waktu, mereka menjadi tandingan Allah.

Mungkin inilah yang terjadi dengan Nyi Roro Kidul, dewa-dewi yunani, dewa-dewi di agama hindu dan budha. Mereka dulunya mungkin adalah manusia-manusia yang terhormat. Namun orang-orang setelah mereka membuat peringatan bahwa ada orang yang mulia yang pernah hidup di antara mereka dengan segala kisah kebaikannya. Mereka pun menjadi orang yang terhormat. Lambat laun kisah kebaikan tersebut menjadi kisah kehebatan dan keagungan . Sehingga memunculkan perasaan ketergantungan kepada sosok yang diagungkan. Akhirnya mereka dijadikan sebagai panutan.

Masih mungkinkah akan tercipta berhala-berhala lain di dunia ini nantinya? Wallahu A’lam Bishshowaab.

 

Diambil dari Tafsir Ibn Katsir Surat Nuh ayat 23

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s