6 Langkah Mudah Menghasilkan Uang (bag 2)


Kedua, Jual produk yang anda sendiri pasti akan beli

Masa Remaja

Menginjak masa remaja aku sudah tidak sabar lagi untuk memulai bisnis sendiri. Aku keluar dari toko peralatan tenis. Aku sudah tahu bagaimana bisnis retail. Cukup mudah sebenarnya. Ambil barang dari distributor, naikkan harga, jual, dapat untung deh. Coba saja lah. Ternyata aku dapat lisensi reseller dari sebuah distributor.

Dari lisensi tersebut aku bisa beli computer, stereo set, telelpon genggam, dan detektor radar. Rasanya seperti mimpi bisa beli barang-barang itu dengan harga murah. Lalu aku mikir. Kalo aku senang mendapatkan barang-barang tersebut dengan harga murah, pasti teman-temanku ngiler. Langsung deh, aku tawarkan ke teman-teman dengan harga lebih murah dari pada beli dari toko. Tidak banyak sih yang terjual, tapi dengan keuntungan 100 dollar, cukuplah bagi anak remaja ketika itu.

Lalu aku dapat penawaran barang lain. Aku punya katalog persediaan militer dan peralatan olahraga. Kugunting yang kira-kira keren, kutempel di sana sini, fotokopi dan sebar ke teman-teman. Lalu jelas, laris manis.

Tidak banyak sih memang yang terjual sampe jadi kaya. Tapi minimal tidak ada yang dirugikan. Dan itu adalah pelajaran yang besar.

Ketiga,

Totalnya jadi 20 Dollar

Bgaimana dan mengapa harus bayar untuk dapat produk.

Hal ini terjadi ketika aku SMA. Aku termasuk orang yang senang dengan musik, dan juga komputer. Koleksi CD dan kaset musikku membengkak, aku tidak tahu bagaimana untuk mengatur koleksi tersebut.

Waktu itu belum ada World Wide Web. Yang ada hanya AOL. Jadi aku merayu orang tuaku agar aku bisa mendapatkannya dan aku berjanji bahwa hal itu akan membantuku dalam belajar. Begitu dapat, langsung aku otak-atik. Ada sebuah program bagus yang namanya File Maker Pro. Bisa menyimpan data base tanpa harus bisa bahasa program. Aku bongkar sana-sini, tambal sulam jadilah akhirnya aku membuat sebuah software yang bisa menelusiri koleksi musikku.

Ketika aku semakin menggunakan aku semakin tahu bagusnya program yang kubuat. Nah dari pada aku bagi free alias gratis, aku ganti jadi shareware. Untuk 25 CD pertama gratis, untuk selanjutnya bayar dulu 20 dollar untuk membuka kuncinya.

Jadilah akhirnya aku mendapatkan 20 dollar dan total yang kudapat dari Audiofile ku sebesar 5000 dollar. lumayan untuk anak kuliahan ketika tahun 90-an.

pelajarannya adalah orang lain tidak ada masalah dengan membayar untuk sesuatu yang bekerja dengan baik. Kalau kamu membuat sesuatu dengan semangat yang tinggi dan hasilnya sangat mengagumkan patok saja harganya. Karena nantinya walaupun masih ada banyak sesuatu yang gratis. Tapi orang akan rela membayar untuk sesuatu yang mereka senangi.

Selain itu ada pelajaran lagi: dengan memberikan label harga menunjukkan bahwa kamu ingin menjadikan sesuatu tersebut lebih baik.

Kalo anda ingin mengetahui umpan balik dari pelanggan, patok harga, maka anda akan tahu bagaimana sebenarnya nilai produk anda di mata mereka. .

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s