Tanggung Jawab memang Tidak Mudah


Bukan sesuatu yang sulit sebenarnya kata tanggung jawab untuk diucapkan. hanya terdiri dari dua rangkaian kata. Namun untuk melaksanakannya berbeda..

Baru kemarin aku membaca buku Adam Khoo tentang Responsibility. Keren benar si Adam Khoo itu menggabarkan sebuah tanggung jawab. Tanggung Jawab itu beda dengan menyalahkan diri sendiri. Tanggung Jawab adalah sesuatu yang beda.

Ketika kita mendapatkan sebuah masalah, kita cenderung menyalahkan selain dari diri kita. Terkadang kita menyalahkan istri yang tidak mendukung, anak yang nakal, saudara yang hanya bisa mencibir, teman kerja yang tidak kompeten dan lain sebagainya. Bahkan ada yang menyalahkan presiden, mentri atau anggota DPR yang tidak lagi peduli dengan nasib rakyatnya.

Memang setelah itu, kita akan merasa lebih baik. Karena kita akan mendapatkan empati dari orang lain. Bahwa kondisilah yang menyebabkan kita menjadi seperti sekarang ini. Tapi Adam Khoo mengatakan kalo kita menyalahkan kondisi atau keadaan selain dari keadaan diri kita, maka kekuatan untuk memegang kendali atas nasib kita akan dimiliki oleh kondisi. Bukan di atas tangan kita sendiri.

Menyalahkan orang lain itu melenakan, karena itu akan membuat kita tidak mau berubah.

Tanggung jawab itu bukan menyalahkan diri sendiri. Kita menyalahkan diri kita bahwa kita ini pencundang, memang tidak bisa atau tidak mampu mengatasi masalah apapun.

Tanggung jawab itu adalah menyadari bahwa yang terjadi pada diri kita adalah sepenuhnya tanggung jawab dari diri kita sendiri. Bukan orang lain, keadaan, istri, teman kerja. Mengapa teman kerja kita tidak kompeten, karena mungkin kita tidak pernah membagi keahlian dan pengetahuan yang kita miliki sehingga mereka menjadi tidak kompeten.

Sebuah ilmu yang berat, karena ketika baru membaca sudah kejadian di siang harinya. Yang seharusnya ada pekerjaan menanti malah mendahulukan permintaan teman sehingga pekerjaan sendiri terbengkalai. Kalo kemudian menyalahkan teman yang meminta, berarti kita tidak bertanggung jawab terhadap tugas yang sudah diembankan kepada kita. Berat memang karena itu menunjukkan betapa lemahnya kepemimpinan diri kita. Tapi memang itu caranya untuk berubah menjadi lebih baik. Mau bagaimana lagi.

Orang-orang yang sukses tidak pernah menyalahkan keadaan. Kalo orang boleh menyalahkan keadaan maka yang paling layak adalah Rasulullah. Beliau mendapatkan ujian yang besar. Dan memang kondisi masyarakat seperti itu. Tapi yang dilakukan Rasulullah berbeda, ia tetap berusaha meski mendapat cacian, hinaan, dan ancaman pembunuhan.

Ahh, sebuah pengalaman yang mendidik untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Wallahu A’lam bishshowab.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s