Teruntuk Saudaraku yang Akan Melangsungkan Pernikahan


Kegelisahan itu juga melandaku. Ketika sebuah kemungkinan datang. Bahwa tidak lama lagi akan ada seseorang yang menjadi tanggung jawabku dalam dunia dan akhirat. Betapa tidak berat dan menyesakkan dada. Kekhawatiran lebih tepatnya.

Maklum aku tidak mengenal dengan mendalam siapa yang akan kunikahi. Kecuali hanya sekedar beberapa lembar tulisan yang berisikan tentang dirinya dan impiannya. Tapi entah kenapa, aku merasa tulisan itulah yang kucari-cari selama ini. Yang sebelumnya tidak pernah kutemui.

Padahal aku tahu bahwa dia adalah orang yang terkenal “kejam” bagi para lelaki di kampusku. Cuek, tidak mudah didekati. Terlebih lagi usianya berada di atasku. Bagaimana tidak “ndredeg”, meminjam istilah Mas Aan.

Aku pun berinisiatif bertanya kepada seorang ustadz. Harapanku bahwa beliau akan memberikan dukungan atas pilihanku. Nyatanya……

Tidak sama sekali, beliau berpengalaman dalam masalah jodoh menjodohkan. Dan berdasarkan pengalaman beliau kualitas fisik juga harus menjadi pertimbangan penting bukan hanya masalah kepribadian dan keimanan.

Kalo ada yang sama-sama beriman dan cantik, pastilah kita memilih yang lebih cantik.

Tapi lelaki seperti apa sih aku ini memilih wanita yang cantik, aku khawatir menjadi orang yang tidak tahu diri.

Wejangan ustadz malah membuat diriku semakin bimbang. Benarkah Ya Allah pilihanku? Benarkah ia yang kupilih adalah orang yang cocok dengan diriku? Benarkah ia yang kupilih akan menjadi penyejuk jiwaku?

Jauh dalam lubuk hatiku setelah sholat shubuh, aku berdoa kepada Allah, Ya Allah berikanlah aku istri yang bisa memahamiku, bisa mengerti aku, cerdas dalam menangkap pikiranku, pintar dalam menegurku. Karena aku merasakan banyak yang tidak dimengerti orang tentang diriku. Jangan sampai Ya Allah dia menjadi orang yang tidak cocok dengan diriku.

Aku kembali membuka tulisannya. Dia cerdas, tegas dan jujur. Dialah yang kucari selama ini. Ya Allah semua kukembalikan kepada-Mu. Bila memang ia adalah pilihan-Mu untukku, tentramkanlah hati ini Ya Allah. Karena bila hati ini tentram akan kulawan segala rintangan dan halangan dalam perjalanan menuju pernikahan. Tentramkanlah hati ini Ya Allah!…….

Itulah doaku, ketika itu. Terasa setelahnya ketentraman mengalir dalam hatiku. Aku merasa ini adalah jawaban Allah. Berarti dia, Ita Rahmawati, Guru SDIT Al-USwah, lulusan Sastra Inggris Unair ’99 adalah jodohku. Insya Allah.

Kini…. aku bersyukur, bahwa aku telah ditolak sebanyak 6 kali agar Allah mempertemukan aku dengan bidadariku di dunia dan di akhirat kelak Insya Allah.

Terima kasih untukmu istriku, yang telah menjadi teman dan sahabat yang menyenangkan ketika bermain, memasak, diskusi, menangis. Bukankah ini sosok yang dulu kupinta kepada Allah…

Tulisan ini kutujukan bagi semua saudaraku yang akan menikah dan telah menikah agar mengingat kembali masa-masa yang “ndredeg”.

Semoga hal ini akan menguatkan kita dalam menggapai ridlo-Nya.

4 thoughts on “Teruntuk Saudaraku yang Akan Melangsungkan Pernikahan

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s