Mengapa Mengenal Allah Menjadi Penting?


Saudaraku, ada tiga cerita dan pertanyaan yang ingin kuceritakan dan kutanyakan kepadamu.

Pertama, Bayangkan kita sejak kecil telah dititipkan oleh orang tua kita di panti asuhan. Kita tidak tahu alasan mereka. Kita hanya tahu bahwa kita tidak memiliki orang tua. Setelah bertahun-tahun, kita besar, bekerja dan berusaha ternyata kita diberitahu bahwa kita sebenarnya memiliki orang tua. Bagaimana sikap kita?

Jawabannya mungkin bervariasi, ada yang sangat gembira karena ternyata ada orang tua yang melahirkan kita. Tapi mungkin juga ada yang kecewa kenapa orang tua kita tidak merawat kita. Akan tetapi di ujungnya semua tetap kembali bahwa kita memiliki orang tua dan tidak akan berubah.

Kedua, bagaimana bila ternyata orang tua kita ternyata seorang pesuruh di panti asuhan tersebut? Tidak ada seorang pun yang memberitahukan kepada kita. Ia sebenarnya mengawasi, memelihara kita namun tidak menunjukkan rasa kasih sayangnya, karena ia khawatir kita akan kecewa bila mengetahui orang tuanya hanya seorang pesuruh. Barulah ketika kita besar, dewasa, bekerja, ada yang memberi tahu bahwa orang tua kita adalah pesuruh di panti asuhan tempat kita dibesarkan. Bagaimana sikap kita?

Tentu saja kita akan merangkul, ayah bunda kita. Memberikan pengabdian yang totalitas kepadanya. Karena meski kita berada di sebuah panti asuhan, orang tua kita masih menyayangi kita dan memberikan perhatian kepada kita.

Dan ketiga, bila orang tua kita ternyata tetap memelihara kita dengan kondisi yang tidak mencukupi, dan ada yang membantu mereka. Memberikan kebutuhan keluarga kita dari sejak kita kecil hingga dewasa. Kemudian setelah kita bekerja, dewasa orang tua kita memberitahu bahwa ada seorang yang memberikan bantuan selama ini. Bagaimana sikap kita kepada sang dermawan?

Kita pasti sungkan bila tidak berbuat baik kepadanya. Kita ingin membalas kebaikan budinya selama ini kepada keluarga kita.

Hal ini terjadi juga dengan semua manusia.

Semua manusia sebenarnya sejak tidak ada, lahir, hingga besar telah diawasi, dicukupi kebutuhannya. Namun sebagian besar tidak tahu siapa yang mencukupi kebutuhan mereka. Mereka terkadang merasa tidak berguna karena mereka tidak tahu bahwa ada Yang Maha Bijaksana. Mereka ketika melakukan kesalahan, dengan mudah menjadi stress dan bunuh diri, karena mereka tidak tahu bahwa ada Yang Maha Mengampuni. Mereka seringkali melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan sesaat karena tidak tahu bahwa ada Yang Memberi rizki.

Kalau saja mereka tahu siapa yang memberikan keluarga mereka, pasti akan berbeda. Kalau saja mereka tahu bahwa ada yang mengatur sehingga mereka terlahir di Indonesia bukan di Sudan pasti akan berbeda hasilnya. Kalau saja mereka tahu bahwa kesalahan manusia itu bisa diampuni mereka pasti tidak mudah bunuh diri. Kalau saja mereka tahu bahwa ada Yang Maha Mengawasi pasti mereka tidak terlalu membutuhkan penilaian manusia.

Itulah salah satu alasan mengapa mengenal Allah menjadi penting. Ketika manusia tahu bahwa ada yang mengatur semua urusan di dunia, mereka tidak akan menjadi mudah putus asa. Ketika manusia tahu bahwa rizki telah diatur mereka tidak perlu takut akan persaingan usaha. Ketika mereka tahu bahwa ada yang senantiasa mengawasi, mereka tidak perlu terlalu takut dengan penilaian manusia.

Ketika seorang manusia telah mengenal Allah, ia akan mengabdi, menyayangi, tunduk dan patuh pada sang Ilahi.

Dan mungkin karena banyak manusia yang tidak tahu Allah, maka banyak juga yang tidak mendekat kepada-Nya.

Wallahu A’lam bish Showab.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s