Pendahuluan: Mahfudzot, sebuah Mutiara yang Terlupakan.


Ide tulisan ini sudah lama menggelayuti kepalaku. Hampir lima tahun yang lalu aku sudah bercita-cita untuk menulis tentang Mahfudzot, bahkan mungkin lebih. Tapi ketika itu hingga sekarang semua ide tinggal ide tidak ada yang terwujud.

Kini alhamudulillah setelah gairah menulisku kembali, kuharap bisa melaksanakan cita-citaku.

Tulisan ini berisi pendahuluan tentang apa itu mahfudzot?

Banyak orang yang mungkin tidak tahu Mahfudzot. Karena istilah Mahfudzot ini kutemukan di Gontor. Salah satu yang sudah terkenal adalah Man Jadda Wa Jada. Yang kini sudah menjadi judul sebuah buku.

Sebenarnya masih banyak kata-kata mutiara lain selain Man Jadda Wajada di dalam Mahfudzot. Namun tidak terekspos oleh banyak orang. Selain itu ketika aku membaca buku-buku self help dari Stephen Covey dan Anthony Robbins banyak isinya ternyata sama dengan mahfudzot yang harus aku hapalkan dulu ketika masih di Gontor.

Nilai-nilai mahfudzot adalah sebuah nilai universal bagi manusia, ia juga menjadi bagian dari pemikiran para pemikir-pemikir besar. Hal ini aku sadari ketika aku mencoba untuk mengartikan kalimat-kalimat dalam mahfudzot.

Dengan bermodalkan sebuah kamus bahasa Arab Munjid (seperti oxford, menerjemahkan kata bahasa Inggris dengan Inggris) aku menerjemahkan kata-kata bahasa Arab dengan bahasa Arab. Ya setelah itu tentu saja aku masih membutuhkan bantuan dari kamus Arab-Indonesia untuk lebih memahaminya. Semoga bisa menjadi lebih baik.

Wallahu A’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s