Why They Become The Best (Bag.2)


Untuk film, ada hal mendasar yang muncul untuk menjawab kenapa kelima film tersebut menjadi yang terbaik. Dan disadari atau tidak ternyata hal tersebut dimiliki oleh sebagian besar manusia. Minimal menurut pendapatku.

Dalam setiap film yang muncul sebagai film terbaik, terlaris dan kriteria ter-lainnya (kecuali terjelek) ada satu kesamaan yang sama. Kesamaan tersebut adalah adanya kisah yang mengajak untuk berjuang walaupun terkadang mustahil.

Di kisah The Dark Knight dikisahkan bahwa seorang murid harus melawan gurunya sendiri karena gurunya adalah sumber dari kejahatan yang akan meruntuhkan Gotham city. Bisa dibayangkan bagaimana permasalahan emosi yang muncul ketika seorang murid harus berhadapan dengan gurunya.

Masalah-masalah atau konflik adalah sesuatu yang lumrah muncul dalam sebuah film. Bahkan konflik inilah yang disodorkan oleh pembuat film bagi penontonnya. Perjuangan seorang manusia yang menghadapi masalah inilah yang membuat film tersebut menjadi digandrungi oleh banyak manusia.

Begitu juga dengan film lain seperti The Lord of The Rings. Seorang hobbit yang kecil dan cinta damai dipaksa untuk menghadapi monster dan memilikikekuatan maha dahsyat. Bahkan di cerita tersebut yang membuat menang adalah kekuatan mental yang besar dari makhluk hobbit yang kecil.

Permasalahan, perjuangan adalah sesuatu yang ditawarkan oleh film-film terbaik.

Artinya dalam setiap diri manusia sebenarnya sangat menyenangi sebuah tantangan dan perjuangan.

Sebaliknya bila film tersebut hanya menampilkan kisah seorang Kesatria yang kuat berhadapan dengan penjahat yang lemah dan dalam lima menit bisa dikalahkan bisa dipastikan tidak banyak penonton yang akan melihat.

Bahkan dalam film Superman, yang tokoh utamanya memiliki kekuatan super pun masih memiliki kelemahan yang menjadi permasalahan dan sumber konflik dalam cerita. Musuh-musuh Superman pun digambarkan memiliki kecerdasan dan kekuatan yang jauh melebihi Superman.

Kesimpulannya adalah bahwa sebenarnya manusia sangat menyenangi dengan tantangan. Namun kegandrungan manusia akan hal tersebut masih berada di alam bawah sadar. Terbukti ketika manusia menghadapi permasalahan dalam kehidupan nyata masih banyak yang tidak sadar bahwa hal tersebut sebenarnya ia butuhkan untuk menjadikan film kehidupan yang dibintanginya sebagai film yang terbaik.

Wallahu A’lam

Bagian 1

Bagian 3

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s