Perjalanan Mencari Kantor Pos


Di bulan Januari 2012 kemarin ada sebuah peristiwa yang mengingatkanku atas kisah yang tertulis di buku Why Man don’t Listen and Woman can’t Read Maps karangan Barbara-Allan Pease.

Ketika itu, aku dan istri pergi berboncengan dari rumahku di Desa Sembayat menuju Desa Bungah. Tujuannya adalah mencari kantor pos karena aku sudah berjanji kepada tukang pos untuk menyelesaikan sebuah hal yang kami sepakati berdua.

Berangkatlah aku dari rumah. Istriku bertanya, “Hunny sudah tahu tempatnya?”. “Sudah” Jawabku. Walaupun di hatiku bertanya-tanya juga, “Sudah lebih dari 10 tahun aku tidak ke kantor pos ini, masih samakah tempatnya?”

Dan yang terjadi terjadilah.

Ternyata betul, tempatnya sudah pindah. Pencarian pun dimulai.

“Waduh, tempatnya sudah pindah Hunny!” Kataku.

“Tuh kan, tadi kenapa tidak tanya ke Bapak atau Ibu sebelum berangkat?” Balas Istriku.

“Sudahlah, nanti kita akan cari bersama, dirimu lihat sisi kiri jalan, aku kanan jalan, oke?” Pintaku.

“Okelah!” Jawab Istriku.

Hampir 1 km perjalanan dan dua kali berbelok masih juga kantor pos itu belum ketemu. Istriku mulai gusar, “Hun, turun saja sebentar ya? Kita tanya ke orang lain.”

“Jangan, tidak perlu, nanti juga ketemu”. Jawabku.

Kami pun melanjutkan perjalanan.

Setelah beberapa saat, Istriku mencubit keras, “Hayo turun ‘ndak? Sini biar aku yang turun dan bertanya”. Istriku sudah tidak sabar rupanya.

Setelah bertanya ia berkata, “Kantor pos itu sudah terlewat, kata orang tadi sebelah warung bakso. Dirimu tahu ‘ndak warung baksonya?”

“Oooh, tahu aku kalo warung bakso” jawabku. Tapi dalam hati, “Warung bakso yang mana ya? Sudah lebih dari 10 tahun aku tidak ke sini? Betul warung bakso yang kumaksud tidak ya?”

Kami berdua pun kemudian melanjutkan perjalanan.

Melihat diriku yang menjalankan motor lambat dan sering tengok kiri-kanan ia curiga,”Dirimu tidak tahu warung baksonya ya?”

“Iya” kuyu dan merasa bersalah pun nampak di wajahku.

Istriku tambah gemes. “Iih orang ini, bilang saja tidak tahu, pasti akan kutanyakan lagi!”

Untung tidak lama setelah itu muncul kantor pos yang dicari-cari. Aku selamat dari cubitan maut istriku untuk yang kesekian. Alhamdulillah…

Pengalaman serupa juga dimunculkan di buku yan kusebutkan di awal. Ketika seorang lelaki tidak tahu arah, akan butuh waktu lama bagi dia untuk menepi dan bertanya….

Mengapa itu terjadi, simak perjalanan berikutnya!

Wallahu A’lam

6 thoughts on “Perjalanan Mencari Kantor Pos

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s