Why Men Hate Being Wrong (Mengapa Laki-Laki tidak Senang dengan Salah)


Ini adalah sebuah jawaban yang kuanggap bisa mewakili kenapa muncul kisah Perjalanan Mencari Kantor Pos. Judul ini adalah sebuah tulisan dalam buku Why Men Don’t Listen and Woman Can’t Read Maps.

Bahasa gampangnya adalah bahwa dahulu, mungkin ketika jaman manusia prasejarah, lelaki adalah tumpuan keluarga. Ketika ia melakukan kesalahan dengan tidak mengumpulkan makanan yang cukup, maka ia sadar bahwa kebutuhan keluarganya akan tidak tercukupi. Ia merasa tidak mampu menjadi seorang lelaki sejati.

Namun sekarang ini ternyata perasaan atau tingkah laku tersebut masih ada pada diri lelaki. Dan perasaan ini muncul terutama bila ada wanita di sampingnya.

Bila dalam berkendara sendirian dan ia tersesat, maka si lelaki akan menepi dan bertanya.

Tapi berbeda bila ia bersama seorang wanita. Ketika seorang wanita berkata, “Ayo turun dan bertanya saja”. Dalam kepala laki-laki yang ia dengar adalah, “Kamu tidak sanggup ya? Begini saja tidak tahu?.” Ketika istri berkata, “Mas, air ledengnya bocor, panggil tukang ledeng aja ya?”. Yang didengar oleh sang suami adalah, “Mas, dirimu tidak bisa mengerjakan ini khan, aku panggil orang lain saja ya?”

Hal tersebut juga lah yang menjadi alasan mengapa laki-laki sangat sulit untuk meminta maaf. Karena ketika mereka meminta maaf, berarti mereka mengakui diri mereka salah. Padahal ketika mereka salah, mereka merasa tidak berguna.

Maka ketika seorang lelaki berboncengan mencari kantor pos ditanya oleh istri yang diboncengnya, “Tidak tanya Bapak dan Ibu dulu tempat kantor posnya?”. Yang didengar oleh sang suami adalah, “Kamu kan tidak tahu, kamu memang benar-benar tidak bisa diandalkan.”

Dan bila diminta untuk menepi dan bertanya yang dirasakan oleh sang suami adalah bahwa ia dianggap istrinya sebagai orang yang tidak mampu. Wajarlah bila sang suami biasanya tidak akan turun dan bertanya.

Bagaimana solusinya?

Solusinya adalah sang wanita harus bisa membuat lelaki tidak merasa salah ketika mendiskusikan sebuah permasalahan.

Lelaki harus paham bahwa tujuan si wanita mengingatkan bukan untuk menyalahkan; tapi membantunya. Dan dia tidak harus menganggap semuanya serius.

Wanita ingin membantu agar lelaki yang dicintainya semakin baik, tapi si lelaki menginterpretasikannya bahwa ia kurang baik.

Seorang lelaki tidak akan mengakui kesalahan karena ia berfikir wanita tidak akan mencintai orang yang melakukan kesalahan.

Sedangkan sebenarnya wanita akan lebih mencintai seorang lelaki ketika ia mau mengakui kesalahannya.

Wallahu A’lam Bish Showab

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s