Jangan Ter-“Institusionalisasi”, Pelajaran dari The Shawsank Redemption


Film ini berkisah tentangperjuangan seorang bankir yang kabur dari penjara yang menghukumnya seumurhidup. Ia menolak untuk dipenjara karena ia yakin tidak bersalah. Selain itu iajuga memiliki impian yang ingin ia capai.

Film ini dibintangi oleh TimRobbins dan Morgan Freeman. Bagiku, yang sudah pernah melihatnya, ada sebuah katabaru yang patut menjadi perhatian bagi semua. Bahasa Inggrisnya adalah “Institutionalised”.Penjelasannya agak rumit bila dilihat dari bahasanya. Tapi akan menjadi lebihmudah dengan cerita.

Di film ini ada seseorang yangbernama Brooks. Dia adalah salah seorang napi yang cukup lama tinggal di dalampenjara. Hampir seumur hidupnya dihabiskan di penjara. Ketika masuk penjaraumurnya belum sampai 20 tahun sedangkan ketika dia keluarga usianya 70 tahunan.

Dia adalah contoh dari kata “Institutionalised”.Dia sudah menghabiskan 50 tahun di dalam penjara. Dia sudah menghabiskanusianya dengan kondisi, situasi, dan keadaan penjara. Aktivitas hariannyaadalah aktivitas penjara mulai dari membersihkan sel, piket kebersihan, kerjasosial, dan mengatur perpustakaan yang ada di penjara. Hidupnya adalah penjaraitu sendiri.

Ketika Brooks diputuskan bebasdan harus keluar dari penjara dia malah bingung. Dia tidak tahu apa yang akania kerjakan. Ia memang memiliki pekerjaan untuk memasukkan belanjaan di kantongbelanja dalam sebuah toko. Tap ia merasa bahwa ini bukanlah hidupnya. Ia merasaaneh, asing dan tidak nyaman dengan kebebasannya.

Dan akhirnya dia alah memilihuntuk menggantung diri ketimbang hidup di dunia bebas. Semua karena dia sudah “Institutionalised”dengan kondisi penjara.

Sedangkan tokoh protagonis dalam film ini, Andy, bertekad untuk tidak berakhir seperti Brooks. Dia ingin keluar daripenjara meski sudah banyak napi yang berakhir dengan tambahan masa hukumankarena gagal kabur. Dia pikirkan betul-betul semua langkah dan caranya.

Di penjara dia memiliki seorang teman yang kondisinya hampir mirip dengan Brooks. Namanya Red, diperankan oleh Morgan Freeman. Red juga dihukum seumur hidup. Andy berpesan kepada Red, bilananti dia bebas, carilah dia di sebuah pulau untuk tinggal dan membangun pulautersebut menjadi bisnis mereka berdua.

Red tidak menanggapinya secaraserius. Keluar dari penjara mungkin sudah bukan lagi pikirannya. Dia merasahidupnya adalah hidup di dalam penjara.

Tapi begitu Andy ternyataberhasil kabur sambil menggondol uang para sipir dan Kepala Penjara, Redakhirnya memiilki pikiran, ‘Mungkin saja Andy benar’.

Ketika Red ternyata keluar daripenjara dia juga mengalami kendala seperti Brooks, “Institutionalised”. Diamerasa sudah menyatu dengan institusi yang bernama penjara. Tidak ada yang laindalam hidupnya selain penjara. Untung saja dia masih mengingat pesan Andy.Akhirnya dia pergi untuk menemuinya.

Pelajaran yang sangat berhargabuatku. Untuk senantiasa bersiap diri menghadapi perubahan dan tidak menjadi “Institutionalised”dengan kondisi yang sekarang. Mau tahu lebih jelas tentang film ini klik di sini

Wallahu A’lam Bish Showab

One thought on “Jangan Ter-“Institusionalisasi”, Pelajaran dari The Shawsank Redemption

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s