UP


Film ini memberikan aku dan istri sebuah pengalaman yang berharga. Sebuah kisah yang mengharukan. Cerita antara Ellie dan Fredricksen terutama. Melihat film ini akan membuat kami berdua menangis. Entah berapa kali film ini kami lihat, baik yang ditayangkan di stasiun TV atau kami lihat bersama di laptop? Tetap saja film ini membuat  kami berdua menangis.

Bukan apa-apa, kami menangis karena karakter kami mirip dengan Ellie dan Fredricksen. Aku orangnya kaku, agak kasar, sombong, perfeksionis, galak dengan orang lain. Sedangkan istri adalah orang yang ramah, lembut, dan penuh dengan kebahagiaan.

Kami menangis ketika menyaksikan adegan Ellie dan Fredricksen harus berpisah. Ellie meninggal terlebih dahulu meninggalkan Fredricksen seorang diri. Duh, seakan-akan kami juga mengalaminya. Aku sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana bila nanti kami harus berpisah. Bila nanti diminta untuk memilih mungkin aku lebih memilih meninggal terlebih dahulu. Aku tidak sanggup membayangkan kesedihan hidup tanpa “Ellie”-ku.

Sebuah pelajaran berharga yang kupetik dan kujadikan inti hidup kudapatkan dari adegan Fredricksen yang membukan catatan diary Ellie. Ia mengira kegembiraan Elle adalah sebagaimana cita-cita mereka di masa kecil, memiliki rumah di atas sebuah bukit tinggi. Hidup berdua saja.

Namun ia tersadar bahwa ternyata selama ini dugaannya salah. Impian rumah di bukit tinggi ternyata tidak lagi menjadi tujuan kebahagiaan Ellie. Ia malah mendapati bahwa kebahagiaan yang paling mengasikkan dan seru menurut Ellie adalah petualangannya bersama dirinya.

Kita seringkali menyangka bahwa kebahagiaan itu adalah dengan memiliki barang-barang tertentu yang mewah atau hal-hal fisik lain. Namun sebagaimana ditunjukkan oleh Ellie bahwa kebahagiaannya adalah ketika ia menjalani petulangan bersama kekasih tercintanya Fredricksen, meski ia hanya seorang penjual balon. Kebahagiaan sebenarnya adalah ketika seseorang bersedia berbagai bersama orang lain. Maka bersegeralah untuk berbagi. Baik dengan orang tua, saudara, suami, istri, atau bahkan tetangga.

Inti hidup kita kali ini adalah, bahwa kebahagiaan itu datang ketika menjalani hidup dengan berbagi bersama orang-orang yang kita sayangi.

Wallahu A’alam bish Showab

3 thoughts on “UP

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s