Mau Sukses? Tahu Diri Dong!


Bila dalam posting sebelumnya kita mengenal bahwa seorang pemimpin bisa mendatangkan kekalahan, ternyata ada juga yang mendatangkan kemenangan. Dalam peperangan akan senantiasa dijumpai pemenang dan orang-orang yang kalah. Siapa saja orang yang menang? Bagaimana karakter dan sifat mereka? Sun Tzu memberikan gambaran karakter seorang pemenang dalam peperangan. Lima hal berikut adalah sesuatu yang wajib diketahui untuk sukses meraih kemenangan dalam berperang:

  1. Seorang pemenang tahu kapan ia harus berperang dan kapan menghindari peperangan.
  2. Seorang pemenang tahu dan paham bagaimana cara mengatur kekuatan yang besar atau kekuatan yang kecil yang dimilikinya.
  3. Seorang pemenang adalah yang semua lini dalam pasukannya memiliki semangat yang sama.
  4. Seorang pemenang adalah yang senantiasa bersiap sedia. Ia hanya menunggu waktu yang tepat untuk menyerang musuh yang lengah.
  5. Seorang pemenang ialah yang memiliki kemampuan militer yang prima dan tidak disibukkan oleh campur tangan penguasa lain.

Lima hal inilah yang menjadi dasar apakah seorang jenderal akan mampu memberikan kemenangan atau sebaliknya, kekalahan.

Kesimpulannya sebagaimana digambarkan Zun Tzu berikut ini. “Bila Kau tahu seluk beluk tentang dirimu dan musuhmu, tak perlu kau risaukan hasil dari berapapun banyaknya pertempuran yang harus kau hadapi. Bila kau hanya tahu dirimu tapi tidak musuhmu, setiap kemenangan yang kau raih akan senantiasa diiringi oleh kekalahan. Dan bila kau tidak mengetahui diri dan musuhmu, berhati-hatilah karena yang akan kau raih hanyalah kekalahan dalam tiap pertempuran.

Maka pertanyaannya sekarang adalah sudahkah kita memiliki karakter dari seorang pemenang? Sudahkah kita tahu kondisi diri dan musuh kita? Atau kita hanya bermodalkan kenekatan yang penuh dengan kecerobohan?

Prinsip-prinsip ini mengingatkan kita betapa pentingnya pengetahuan tentang diri. Seringkali kita tidak tahu tentang kondisi diri kita sendiri, kita tidak tahu apa kelemahan dan kekuatan kita. Maka kita hanya “bertempur” dalam kehidupan sehari-hari bermodalkan nekat semata, tanpa ada pengetahuan yang memadai.

Tidak heran bila kemudian kita “kalah” oleh kehidupan. Kita hanya mendapatkan capek, lelah, dan kurangnya balasan. Akhirnya yang bisa kita lakukan hanya nggondhok, kecewa, sedih, marah dan kehilangan kepercayaan diri bahkan tidak jarang putus asa.

Marilah kita belajar tentang diri kita. Itu adalah sebuah inti hidup yang besar. Bukankah “Barang siapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal tuhannya?”

Wallahu a’lam bish showaab

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s