Abu Bakar yang Aneh


Aneh, benar-benar aneh. Itulah yang bisa kukatakan tentang seorang sosok yang bernama Abu Bakar. Sahabat Rasulullah yang satu ini pembawaannya kalem, halus, mudah terenyuh. Namun keanehan terjadi saat ia menjadi khalifah. Ia seperti bukan seorang Abu Bakar yang biasanya.

Keanehan pertama. Sesaat Rasulullah meninggal. Semua muslim di Madinah bersedih. Termasuk di antaranya adalah Umar bin Khattab. Bahkan saking sedihnya, Umar tidak menerima kematian Rasulullah. Ia marah bila ada orang yang mengatakan bahwa Muhammad telah meninggal.

“Barang siapa yang mengatakan bahwa Muhammad telah meninggal maka akan kupenggal lehernya. Ia tidak meninggal. Ia hanya bersemedi sebagaimana Musa bin Imran bersemedi selama 40 hari kemudian ia akan kembali lagi”. Ungkap Umar di depan para Sahabat.

Abu Bakr datang dan menyaksikan jasad Rasulullah, “Engkau wangi ketika masih hidup, dan tetap wangi ketika ajal telah menjemputmu”. Ia kemudian keluar.

Di tengah keramaian, Abu Bakr berpidato, “Barang siapa yang menyembah Muhammad, Muhammad telah mati. Barang siapa yang menyembah Allah, Allah tetap hidup”. Setelah itu Umar bin Khattab terjatuh, pingsan tak sadarkan diri.

Aneh bukan, Abu Bakr adalah teman setia Rasulullah. Ia adalah orang yang penuh kasih sayang dan kelembutan. Secara logika, dialah yang paling merasa kehilangan dan terpukul. Dan ia yang lebih pantas berperilaku sebagaimana Umar yang tidak sanggup menerima kematian Rasulullah.

Bagaimana ia bisa tegar menghadapi guncangan tersebut?

Keanehan kedua. Saat Abu Bakr menjadi khalifah, ia memerintahkan Abu Ubaidah bin Al Jarrah untuk berangkat menghadapi tentara Romawi yang berhasil menguasai daerah perbatasan. Para sahabat belum sepakat atas kebijakan Abu Bakar.

Kondisi di Madinah dan sekitarnya belum kondusif pasca meninggalnya Rasulullah. Umar pun mengingatkan, sebaiknya pasukan Abu Ubaidah bin Al-Jarrah disiapkan untuk mempertahankan Madinah.

Abu Bakr tetap bersikukuh, “Bagaimana aku akan menyalahi perintah yang sudah diberikan oleh Muhammad Rasulullah saw yang meminta agar pasukan ini berangkat?” Sebuah keanehan yang tidak sesuai dengan logika manusia. Di saat kondisi internal belum stabil, ia malah memerintahkan pasukan bergerak keluar.

Dan keanehan ketiga adalah ketika Abu Bakr memutuskan memerangi orang yang murtad dan tidak mau membayar zakat. Untuk memerangi orang yang murtad adalah sebuah keputusan yang wajar, tapi memerangi orang yang tidak membayar zakat, banyak yang memepertanyakan. “Meraka sudah dijamin darah dan kehormatan oleh Rasulullah”, kata beberapa sahabat termasuk Umar bin Khattab.

“Barang siapa yang memisahkan antara shalat dan zakat, aku akan memeranginya meski aku adalah orang yang terakhir yang melaksanakannnya”. Abu Bakr mengulangi ucapan ini berkali-kali. Yang akhirnya Umar pun merasa yakin bahwa Abu Bakar memiliki alasan yang tidak bisa ditawar.

Aneh, betul Abu Bakar ini. Ia biasanya low profile, rendah hati, mudah terenyuh berubah menjadi orang yang tegas bahkan terkesan keras. Keanehan apa ini?

Inilah puncak keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia tidak lagi peduli dengan segala resiko yang ia terima. Yang ia pedulikan adalah bagaimana ia nanti akan menghadap Rabb-nya dan ingin bertemu sahabatnya Rasulullah saw di akhirat. Sebuah keimanan yang membuahkan sebuah keteguhan yang tak tergoyahkan. Sebuah keyakinan yang membebaskan diri dari pandangan manusia.Semoga kita bisa mencontohnya.

Wallahu A’lam Bish Showab

3 thoughts on “Abu Bakar yang Aneh

  1. Luar Biasa, aku merinding membacanya Mas. Habis ini ulas keanehan Umar sebelum dan sesudah jadi Khalifah ya Mas, aku pengen nulis ini tapi belum kesampaian.

    • Subhanallah… Kisah ini sudah lama saya ketahui, tapi ketika baca tulisan mas ini. Spirit dan ruhiyah nya itu sampai mengena. Sama dengan komentar mas 9ethuk. Merinding!

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s