Bila Allah Mentakdirkan Aku Lahir di Bali……


Tidak patut kita sombong, karena yang membuat kita lebih adalah Allah Yang Maha Agung

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Allah. Dan memang benar, segala pujian hanyalah pantas dimiliki Allah. Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang layak mendapat pujian. Karena segala sesuatunya hanyalah milik Allah. Itulah kesimpulan yang kudapat setelah aku bertugas ke Bali selama 2 hari.

Sepekan yang lalu, pada hari Selasa dan Rabu (18 & 19 September 2012), aku berada di Bali. Aku ke sana untuk mempersiapkan dan menyelenggarakan seremoni penanaman mangrove. Di dua hari dan dua malam itulah aku mendapatkan banyak cerita tentang Bali dan Masyarakatnya.

Di sana, sehari-hari tidak lepas dari sembahyang dan sembahyang. Salah seorang pemandu kami menyampaikan bahwa di sana sembahyang dilakukan pada jam 6 pagi, jam 12 siang dan 6 sore. Selain sembahyang, mereka (umat Hindu Bali) harus memberikan sesaji pada setiap sudut ruangan.

Dan sembahyang ini akhirnya menjadi sebuah budaya yang berakar di masyarakat Bali. Sehingga bila seorang pengusaha muslim yang memiliki usaha di Bali dan memiliki karyawan Hindu Bali harus menyediakan tempat sembahyang dan menghormati hari di mana mereka harus bersembahyang.

Di satu sisi yang lain, ada sebuah kenyataan bahwa, minum minuman keras di Bali seperti kita di Surabaya minum teh botol. Para peminum tidak segan-segan untuk membawa botol minuman keras ke manapun mereka pergi. Jadi di mana-mana kami tidak akan kaget bila melihat botol bir berserakan.

Hewan. Anjing menjadi hewan yang biasa dijumpai di Bali. Ia menjadi seperti kucing di Surabaya. Berkeliaran bebas di jalanan. Tidak terbayangkan betapa banyak anjing yang berseliweran di jalanan.

Berkunjung di Bali membuatku tersadar. Aku selama ini sering merasa sombong. Dan anehnya penyebab sombong utamaku adalah ilmu dan keislamanku. Kusadari atau tidak, aku seringkali merasakannya.

Ketika menjadi imam shalat, seringkali aku membaguskan bacaanku, karena aku ingin menunjukkan diriku. Terbersit keinginan untuk disebut sebagai seseorang yang berilmu. Ketika mendengar orang lain membaca Qur’an dengan keras namun salah, aku sering berpikir, “Begitu saja kok dikeraskan. Ini lho aku, bacaanku bagus.”

Setelah aku pulang dari Bali, aku menyadari bahwa semua ilmu dan keislamanku itu bukan usahaku. Aku menjadi orang yang berilmu dan berislam adalah karena anugerah Allah semata.

Bila saja Allah menggariskan aku lahir di Bali dan tidak di Gresik, mungkin pergaulanku sudah tidak karuan. Bahkan sangat mungkin aku sekarang menjadi seorang pemabuk.

Bila saja Allah mentakdirkan aku tidak dilahirkan dari seorang ibu yang guru ngaji, mungkin baca Qur’anku masih tidak beraturan. Terbata-bata dan buta akan Islam.

Bila saja Allah menetapkan aku tidak dibesarkan di keluarga Islam tapi di keluarga Hindu Bali, aku tidak bisa membayangkan seperti apa diriku kini.

Semua ilmu, keahlian, keislaman, keimanan yang berada dalam diriku ini semata-mata adalah anugerah Allah semata. Tidak layak bagiku untuk merasa sombong, arogan dan merasa benar.

Sungguh sangat mudah bagi Allah untuk mengubah itu semua. Cukup dengan mentakdirkan diriku lahir di Bali, dibesarkan di keluarga Hindu Bali, bergaul dengan bule yang serba bebas, maka aku akan menjadi sebuah pribadi yang berbeda. (Na’udzubillah min dzalik)

Mana pantas aku merasa besar di hadapan Allah, padahal semua anugerah kebaikan ini adalah dari-Nya dan hanya Allah sajalah yang mampu mengubahnya. Aku memohon ampun kepada-Mu ya Allah atas sombong dan durhakaku. Engkaulah pemilik segala alam ini. Tetapkanlah iman ini di dadaku ya Allah.

Wallahu A’lam

One thought on “Bila Allah Mentakdirkan Aku Lahir di Bali……

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s