Di Sinilah Aku Mengenal Passion


Film ini bercerita tentang sekelompok murid dan gurunya (John Keating diperankan oleh Robin Williams) yang eksentrik. Di masa itu, saat sekolah sangat terbiasa dengan gaya pengajaran yang keras, tegas dan harus ditaati, seorang guru ternyata berbeda. Ia tidak mengajar sebagaimana guru pada umumnya.

Ia mengajarkan kepada mereka ‘Carpe Diem’ atau bahasa Inggrisnya ‘Seize the day’. Aktivitas apa yang membuat kita demikian menikmatinya sehingga seolah-olah hari ini berhenti? Waktu seolah tidak berjalan karena kita menemukan sebuah kebahagiaan dalam aktivitas.

Aktivitas-aktivitas pengajaran pun menjadi semakin asyik dalam pelajaran sastra yang dibawakan sang guru. Dan bertemulah antara semangat “anti kemapanan” pemuda dengan guru yang siap memberikan warna dunia.

Film ini memiliki ending tragis. Salah seorang murid yang cerdas, memiliih untuk bunuh diri. Kenapa? Karena sang ayah tidak mendukung passion-nya. Sang anak memilih untuk menjadi seorang aktor dan pekerja seni, sedangkan ayahnya ingin agar anaknya menjadi seorang dokter atau pengacara.

Passion yang bergelora dan tersalurkan akhirnya menjadi padam saat ayahnya melarang sang anak untuk kembali berpartisipasi dalam drama atau kegiatan apapun. Si guru pun disalahkan karena dianggap mendidik muridnya untuk melawan kebiasaan.

Si anak, dari pada hidup tanpa merasakan lagi passion dan kegembiraan dalam hidup akhirnya ia memilih untuk bunuh diri. Lengkap sudah kisah sedihnya, dan akhirnya sang guru pun dikeluarkan dari sekolahnya.

Film ini adalah film yang membuatku tertarik untuk menarik mencari what is my passion. What is Allah purpose create me? Iya memang aku sadar aku ada untuk menyembah-Nya. Tapi apa yang sebenarnya Allah anugerahkan kepadaku itulah yang sebenarnya ingin aku cari.

Karena aku yakin bahwa tiap manusia memiliki sebuah talent yang given. Setiap manusia diberikan keunggulan oleh Allah. Dan dengan keunggulan itulah ia bisa memaksimalkan pengabdiannya untuk Allah. Dan itulah yang menjadikan kita spesial sekaligus berbeda dari manusia yang lain.

Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Abu Hurairah, Zaid, Khalid, Ubadah, Muadz, Mush’ab, Abu Ubaidah, Usamah, Bilal, Abu Dzar, Ibnu Umar, dan banyak lainnya semuanya adalah penyembah Allah swt. Namun mereka dalam mengabdi tidak dalam satu keistimewaan yang sama.

Itulah yang membuatku sering bertanya-tanya, Apa sebenarnya yang Allah berikan kepadaku sehingga aku bisa mengabdi dengan full. What is my passion?

Setelah sekian lama mencari dan bertanya, aku kini menemukan sebuah passion. Walaupun aku sadar aku hanya bisa menerka dan menjalaninya. Tapi yang jelas aku kini bisa lebih bahagia dengan apa yang kulakukan?

Bagaimana dengan dirimu? What is your passion?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s