Bagi Kau yang Akan Menikah, Ingat! Banyak Ngobrol Ya?


Dimulai dari saling mendengar dan mengungkapkan isi hati, semoga bisa langgeng insya Allah

Aku memang bukan seseorang yang expert dalam hal menikah. Aku tidak menikah lebih dari sekali. Aku dan istri juga berharap seperti itu. Tapi ketika seorang teman akan menikah ingin sekali aku memberi nasihat kepada mereka. Bila engkau baru saja menikah, atau belum menikah, aku ingin memberi nasihat kepadamu.

Nasihat yang sering diingatkan oleh para ustadz, mudin dan ulama adalah menikah adalah ibadah. Dan aku tidak akan banyak membahas hal ini. Biarlah masalah nikah sebagai ibadah kau dapatkan dari mereka, para ustadz dan guru. Kita lanjut ke masalah berikutnya yakni perbedaan.

Bila engkau baru saja menikah atau akan menikah kuingatkan bahwa kau dan pasanganmu adalah manusia yang berbeda. Dari jenis kelaminnya saja sudah berbeda, yang satu perempuan dan yang satu laki-laki. Jadi jangan mengharapkan pasanganmu menjadi seperti dirimu.

Kadang ketika kita penggila bola, kita ingin pasangan kita juga penggila bola. Tapi itu tidak terjadi pada semua pasangan. Bisa jadi pasangan kita adalah maniak non-bola. Bahkan yang sering terjadi pada aku dan istriku adalah, ia berharap asalkan bukan bola. Kenapa? Karena ketika ada sepak bola maka tidak ada yang lain. “Yang ada di kepala laki-laki hanya pertandingan sepak bola yang bodoh” katanya.

Istriku sewot ketika ada pertandingan sepak bola. Karena saat itu terjadi, ia tidak lagi menjadi perhatianku. Dan karena laki-laki sudah didesain untuk tidak multitasking, ia tidak bisa melihat pertandingan sepak bola sambil bercanda dengan istrinya.

Wanita seringkali menginginkan agar suaminya pengertian. Ia ingin agar keinginannya bisa diketahui dan dikabulkan suaminya tanpa ia mengatakannya. Ia ingin ada momen, “Bagaimana kau tahu keinginanku?” Momen-momen yang hanya ada di film, karena skenarionya berkata seperti itu. Di kehidupan nyata? Jangan coba-coba, pasti kecewa.

Kenapa? Karena wanita ahli dalam menangkap emosi dari bahasa tubuh, wajah dan perangai lawan komunikasinya. Jadi ketika ia telah terbiasa menangkap kecemasan, kebahagiaan dan keinginan pasangannya, ia kemudian berfantasi bahwa suaminya akan melakukan hal yang sama pada dirinya.

Padahal laki-laki tidak seperti wanita. Ia tidak bisa menangkap emosi pada bahasa tubuh, wajah dan perangai. Ia hanya tahu bila pasangannya mengatakannya. Tidak romantis banget ya, tapi memang demikianlah keadaan nyatanya. Men are not expert in capturing emotion.

Maka bagi yang akan atau baru menikah, nasihatku adalah banyaklah ngobrol dan mendengar. Pasangan anda adalah orang yang akan menemani anda menua. Ia lebih berhak tahu siapa anda sebenarnya dibanding orang lain. Ungkapkan diri anda apa adanya.

Aku di awal-awal menikah mempraktekkannya. Aku lebih banyak ngobrol, pun hingga sekarang aku masih sering ngobrol tentang apapun yang kualami di kantor. Istripun sangat senang ketika aku ngobrol, karena itulah yang dilakukan oleh wanita ketika bertemu temannya. Mereka ngobrol.

Wallahu A’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s