Jika Tuntutan itu Besar, Maka akan Sedikit Penolongnya


Idzaa kaburo al-mathlubu, qolla al-musaa’idu

Ditinggalkan sendirian, berjuang sendirian, itu pernah kurasakan. Dan itu juga mungkin yang pernah kau rasakan. Ternyata itu adalah wajar. Karena memang untuk mendapatkan sesuatu yang besar tidak banyak yang mau ikut bersusah payah.

Untuk menjadi kaya itu mudah. Yang susah adalah menjadi kaya dengan tetap berpegang pada aturan ilahi. Dengan tidak menghiraukan halal atau haram, bisa dipastikan engkau akan mendapatkan kekayaan dalam jalur yang singkat. Dan yang mendukung banyak. Buktinya, ketika korupsi tidak terbukti di pengadilan, berarti koruptornya punya banyak penolong.

Tapi begitu mendapat kekayaan itu melihat dan mematuhi aturan ilahi, hal aneh terjadi. Kartu kredit tidak mau, riba tidak mau, bagi hasil dengan jumlah fix tidak mau. Akhirnya keluar komentar orang “Gila kamu. Bagaimana kamu mau untung kalau barang daganganmu yang jelek kau beritahukan? Gila kamu bunga segitu dan keuntungan fix seperti itu kok tidak mau? Jangan sok suci!”

Menjadi sarjana juga mudah. Cukup dengan bayar uang 8 juta saja sudah bisa sarjana. Bisa dapat ijazah plus lengkap foto wisuda. Tidak perlu kuliah 4 tahun yang setelah itu juga tidak jelas apakah dapat kerja atau tidak. Dan ini banyak penolongnya. Buktinya, banyak ijazah palsu yang beredar.

Yang susah itu ketika kuliah, disiplin ketika masuk kelas. Belajar ketika di kos, dan diskusi bermutu dengan teman sebangku. Serta anti curang ketika ujian. Kemudian keluar komentar teman-temanmu “Gak usah hidup saja kamu kalau tidak memberi contekan” . Ada yang mengadukan contekan malah dimusuhi oleh tidak hanya teman sekelas, bahkan lembaga pendidikan pun tersinggung.

Maka benar memang mahfudzot di atas. Ketika tuntutan itu besar, akan sedikit penolongnya. Untuk mencapai sebuah tujuan atau tuntutan yang besar dan mulia terlalu banyak pengorbanan yang harus dibuat. Dan karena besarnya pengorbanan tersebut tidak banyak orang yang siap.

Tapi apakah kemudian kita akan mengecilkan tujuan hidup kita? Apakah engkau akan mengerdilkan cita-citamu? Pernahkah kau mendengar seorang anak yang bercita-cita untuk menjadi pemulung? Tentu saja tidak.

Solusinya bukan mengecilkan atau meminimalkan tujuan hidup. Tapi menyiapkan diri untuk berjuang dengan tegar, menyadari bahwa perjuangan ini tidak mudah. Dan bisa jadi ketika berjuang bahkan tidak banyak teman yang ingin mendukung kita.

Maka tidak heran bila ternyata tidak banyak manusia yang masuk surga. Banyak yang tidak siap, pengorbanannya terlalu besar.

Wallahu A’lam

2 thoughts on “Jika Tuntutan itu Besar, Maka akan Sedikit Penolongnya

  1. Pingback: Semua Software dan Hardware ternyata di-kompatibel-kan dengan Windows « Inti Hidup

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s