Evaluasi Itu Momen untuk Belajar


Bukan menyalahkan, evaluasi adalah kesempatan untuk belajar mendapatkan cara yang lebih tepat

Kata Dale Carnagie, untuk mendapatkan banyak teman salah satu cara yang harus digunakan adalah mengurangi kritik. Karena kritik itu akan banyak mendatangkan sakit hati, dan perlawanan atau defensif.

Dulu aku juga menganut hal yang sama. Aku dulu juga mengakui bahwa dikritik itu sangat tidak enak. Menyakitkan. Seolah-olah bahwa yang mengkritik itu akan menjadi pihak yang benar dan yang dikritik itu akan selalu menjadi pihak yang salah.

Terlebih lagi ketika dalam sebuah kepanitian ada momen evaluasi atau pertanggungjawaban dalam kepengurusan sebuah organisasi. Yang harus disiapkan adalah bagaimana menjawab pertanyaan dari para peserta sidang pertanggungjawaban.

Sehingga yang disebut evaluasi itu sering menyakitkan dan tidak produktif. Momen untuk menyudutkan dan menyalahkan. Tidak jarang momen seperti ini malah menjadi sebuah momen yang memunculkan perasaan jengkel.

Maka tidak jarang, banyak orang yang terkesan ogah ketika berhubungan dengan momen evaluasi.

Tapi kini aku memiliki pemahaman yang berbeda tentang evaluasi dan pertanggungjawaban. Pemahaman itu adalah bahwa evaluasi itu adalah kesempatan atau momen untuk belajar. Belajar tentang banyak hal. Kesalahan sekaligus keberhasilan.

Iya betul, keberhasilan juga perlu dievaluasi. Karena bila keberhasilan tersebut tidak kita evaluasi, tidak akan ada ilmu yang bisa kita dapatkan. Bila pengurus yang dianggap berhasil tersebut lewat saja tanpa evaluasi, maka penerusnya akan kembali dari nol. Mereka akhirnya menghadapi sebuah momen kerja keras yang seharusnya bisa dipercepat bila ada evaluasi.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam mengevaluasi keberhasilan adalah, proses apa saja yang terjadi sehingga ujung dari proses tersebut menjadi sebuah keberhasilan. Karakter team work yang seperti apa, perencanaan yang seperti apa, kondisi eksternal seperti apa dan pelaksanaan rencana yang seperti apa yang memungkinkan keberhasilan itu tercapai.

Dan bila itu semua sudah bisa kita ketahui bersama, maka besar kemungkinan keberhasilan yang telah diraih akan bisa kita duplikasi dan diperbaiki di masa yang akan datang.

Sebagaimana dengan keberhasilan, kegagalan atau kesalahan juga harus memiliki evaluasi. Kesalahan apa yang telah terjadi. Bagaimana proses kesalahan itu terjadi dan efek apa yang ditimbulkan dari kesalahan tersebut. Kondisi team work yang seperti apa, kemampuan apa yang kurang, perencanaan yang seperti apa, dan keadaan eksternal apa yang mempengaruhi terjadinya kegagalan atau kesalahan tersebut.

Dan apabila semua pertanyaan di atas telah mendapatkan jawaban, insya Allah kita telah bisa mengidentifikasikan kesalahan-kesalahan apa dan faktor apa saja yang tidak boleh terulang di masa yang akan datang. Hal-hal apa yang tidak boleh kita lakukan lagi di masa yang akan datang?

Dengan semua pemahaman ini, bukan berarti evaluasi menjadi lebih mudah. Apalagi bila orang yang hadir dalam evaluasi tersebut masih memegang salah dan benar. Padahal semuanya adalah sebuah kesempatan untuk belajar. Mendapatkan cara yang lebih tepat dalam menyikapi kondisi yang ada pada diri dan organisasi kita.

Bagaimana menurutmu? Apakah kau mendapatkan sebuah pembelajaran tentang yang disebut sebagai evaluasi. Sebagai penutup dalam tulisan ini, saya teringat sebuah ungkapan dari Tung Desem Waringin, “Orang yang besar ialah orang yang berani mengakui kesalahan dan mau belajar dari kesalahannya”. Kalau tidak salah kurang lebih seperti itu.

Wallahu A’lam Bish Showab

4 thoughts on “Evaluasi Itu Momen untuk Belajar

    • Itulah, aku dulu sangat tidak senang dengan evaluasi karena hanya jadi ajang menyakitkan. Tapi aku sadar bahwa evaluasi itu sebenarnya bukan ajang menyakiti, tapi ajang belajar, mencari cara yang lebih baik. Bila memang masih terasa menyakitkan, cara mengevaluasinya sepertinya perlu dievaluasi….

    • Betul pak orang-orang positif selalu menerima kritik. selalu ingin belajar lebih baik. Dan memang menyenangkan bekerja dengan orang yang seperti ini. Ingin sekali menjadi orang yang seperti ini..

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s