Antara Nokia dan Apple serta Pembelajaran yang Menyertainya


iphone vs nokia?

Sebenarnya cukup simple penjelasan kenapa Nokia kini tidak menjadi sebuah brand seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena muncul Apple. Itu adalah sebuah penjelasan sederhana yang aku sendiri menerimanya.

Dikisahkan dulu di tahun 2004, ada seorang karyawan yang mengusulkan pada pihak manajemen bahwa dia memiliki sebuah ide yang brilian. HP yang mengoperasikannya dengan layar sentuh, layarnya pun full color.

Pihak manajemen tidak terlalu tertarik. Idenya kreatif, tapi apakah ide ini akan bisa menghasilkan? Tidak ada yang menyepakatinya. Jadinya, ide ini dikubur hidup-hidup oleh Nokia saat itu. “Daripada membuat sebuah produk baru lebih baik kita gencarkan marketing dan iklan kita” Itulah ungkapan mayoritas manajemen.

Lalu di tahun 2007 entah dari planet mana, sebuah perusahaan yang tidak pernah berkecimpung dalam bisnis HP datang tiba-tiba. Nama perusahaannya adalah Apple, produsen ipod. Kini mereka datang dengan sebuah produk yang bernama iphone.

Gambarannya adalah sebagaimana ide yang mereka tolak mentah-mentah di tahun 2004. Kini sebagian besar pangsa pasar mereka telah hilang disedot sebuah produk yang bernama iphone. Jadilah kini mereka perusahaan yang tertatih dalam mengejar Apple.

Pelajaran apa yang sebenarnya bisa kita ambil dalam perjalanan Apple dan Nokia?

Pelajaran pertama adalah pelajaran tentang perubahan. Saat ini sebuah perusahan besar menjadi kecil dan sebaliknya hanya membutuhkan waktu yang tidak terlalu lama. Perubahan adalah sesuatu yang mesti terjadi. Apalagi bagi mereka yang bergerak di bidang teknologi.

Pelajaran kedua adalah pelajaran tentang fokus perusahaan. Dulu produk apapun yang dimunculkan oleh sebuah perusahaan terkemuka akan diterima oleh customer, karena memang tidak ada pilihan lain. Namun Apple dengan semua produknya mengubah semuanya.

Karena mereka sadar bahwa bisa untung atau ruginya sebuah perusahaan sangat tergantung dengan pilihan pelanggan dan customer. Dan Apple beserta Steve Jobs sepertinya sangat memahami betul apa yang diinginkan oleh customer.

Dan pelajaran ketiga, karena saat ini customer menjadi raja, perusahaan yang sistem manajemennya berusaha untuk memuaskan customer-lah yang akhirnya akan menjadi pemenang. Tidak peduli apapun bentuk dan jenis usahanya, yang dipilih custumer akan berjaya.

Bagaimana menurutmu? Apakah ada pelajaran lain yang bisa diambil dari perjalanan Apple dan Nokia?

Wallahu A’lam

Sumber Artikel: www.forbes.com

Sumber gambar: www.flickr.com

3 thoughts on “Antara Nokia dan Apple serta Pembelajaran yang Menyertainya

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s