Coba dan Perhatikanlah, Niscaya Kamu akan Menjadi Orang yang Tahu


Jarrib Wa Laahidz Takun ‘Aarifan

Pertama mendengar dan membaca mahfudzot ini sepertinya tidak asing. Tapi begitu kurenungkan lagi ternyata ada sesuatu yang unik dan tak biasa kujumpai. Setelah kulihat dan kubaca, ditambah lagi dengan pengalaman hidupku, memang benar mahfudzot ini adalah sesuatu yang istimewa.

Mana bagian yang istemewa?

Dalam sebuah proses belajar, kita sudah sangat terbiasa dengan membaca dan memperhatikan terlebih dahulu. Namun kalimat di atas yang terletak di awal adalah percobaan terlebih dahulu, bukan membaca, atau memperhatikan.

Dan karena mencoba yang didahulukan itulah yang menjadi sesuatu yang istimewa. Karena aku harus mengakui bahwa peristiwa yang kita alami sendiri akan memiliki pengetahuan yang jauh lebih terasa dibandingkan dari penglihatan dan pengamatan (membaca) semata.

Apakah kemudian ini berarti membaca menjadi tidak dibutuhkan lagi. Tentu saja tidak. Membaca, memperhatikan dan menganalisa tetap menjadi sebuah proses yang terlalu penting untuk dikesampingkan. Ia menjadi kunci untuk menjadi tahu.

Betapa banyak orang yang telah mengalami sendiri, namun tidak memperhatikan dan membaca, ia malah menjadi orang yang tidak tahu.

Seorang peternak sapi sukses yang pernah saya kunjungi bercerita bahwa ia memiliki tiga orang karyawan. Ketiga-tiganya juga merawat sapi di rumah masing-masing. Meski mereka telah memiliki pengalaman bagaimana juragan mereka sukses merawat sapi, mereka lengah dan tidak memperhatikan.

Jadinya mereka hingga kini masih menjadi karyawan yang hanya bisa merawat sapi orang lain dan tidak bisa merawat sapi mereka sendiri.

Begitu juga dengan sebaliknya, bila hanya dengan membaca dan memperhatikan tidak akan bisa mendapatkan pengalaman sertai ilmu yang sebenarnya. Bagi mereka yang berperang seperti di Palestina dan Syria (semoga Allah menjaga mereka), ilmu tentang kesabaran, keteguhan, dan kerja keras tentu lebih mereka kuasai daripada kita yang berada di negara yang merdeka.

Dan hingga kita mencoba sendiri ilmu yang kita baca, kita bisa jadi belum mampu mendapatkan ilmu yang sebenarnya. Karena merasakan sendiri pengetahuan itu, tidak hanya kepala (otak) saja yang menerima tapi juga fisik, dan jiwa yang merasakan. Akibatnya imbas dan efeknya pasti jauh lebih hebat dari membaca dan analisa jarak jauh semata.

Wallahu A’lam

Sumber gambar: http://www.flickr.com

5 thoughts on “Coba dan Perhatikanlah, Niscaya Kamu akan Menjadi Orang yang Tahu

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s