Belajar Tentang Indera Pria dan Wanita


Pria dan wanita memang diciptakan berbeda

Wanita adalah radar yang berjalan. Tidak ada maksud sama sekali untuk merendahkan derajat wanita. Tapi memang itulah yang terjadi seorang wanita sejatinya bagaikan sebuah radar. Istriku mengatakan bahwa itu adalah intuisi wanita. Dan itu memang hanya dimiliki oleh wanita. Benarkah wanita adalah radar yang berjalan?

Otak Wanita lebih Aktif

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Ruben Gur dari University of Pensylvania menunjukkan sebuah fakta yang harus kau ketahui. Dari scan test pada otak pria dan wanita ternyata hasilnya adalah ketika dalam kondisi istirahat, otak pria 70% dalam kedaaan istirahat juga.

Hasilnya ternyata berbeda di otak wanita. Dalam kondisi istirahat, hanya 10% saja yang istirahat. Sisanya, 90% ternyata masih aktif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam keadaan istirahat pun otak wanita masih tetap menerima informasi dari lingkungan sekitarnya.

Mata

Dalam mata terdapat dua bentuk sel yang berbeda untuk menangkap warna. 130 juta sel berbentuk tabung untuk menangkap warna hitam dan putih. Masih ada 7 juta sel lagi yang berbentuk kerucut untuk menangkap warna yang berwarna-warni. Dan kromosom X lah yang membawa kode kedua sel ini.

Kromosom wanita adalah XX, yang artinya sel untuk menangkap warna lebih banyak dimiliki oleh wanita dibanding pria (kromosom pria XY). Maka kita tidak heran bahwa bila seorang pria ditanya warna maka ia hanya bisa menjawab, merah, biru, kuning, dan sebagainya.

Wanita ketika ditanya soal warna, aku sendiri terkejut dengan jawaban istriku, ternyata banyak warna yang tidak kuketahui.

Selain warna, bagian putih dari mata wanita ternyata lebih banyak dari pria. Dengan lebih besarnya bagian putih dalam mata, maka pergerakannya akan lebih luas dan ini menghasilkan informasi yang lebih banyak. Bandingkan dengan pria yang bagian putihnya lebih sedikit akhirnya seringkali harus menolehkan kepala untuk melihat sesuatu.

Hal ini juga berpengaruh dengan lebarnya pandangan. Bagi wanita ketika ia memandang ke depan maka ia secara bersama bisa mengamati bagian kiri dan kanan. Sementara bagi pria, ia harus menolehkan kepala.

Pria meski tidak memiliki pandangan yang lebar, mereka memiliki pandangan seperti terowongan yang memang fokus memandang ke depan. Oleh sebab itu mereka lebih baik ketika mengemudi dibandingkan dengan wanita. Terutama saat malam.

Dengan keunggulan di aktivitas otak dan mata ini maka ada keunggulan wanita yang tidak dimiliki oleh pria. Di antaranya yang sangat penting adalah, intuisi. Intuisi ini dimiliki karena mata mereka yang bisa menangkap ketidakberesan dalam tingkah laku lawan bicaranya.

Maka akan sangat sulit dijumpai seorang pria yang bisa berbohong kepada istrinya. Karena memang wanita bisa menangkap komunikasi nonverbal. Sebaliknya pria susah dalam hal yang satu ini. Kami, kaum pria susah menangkap komunikasi nonverbal. Lebih baik bila diungkapkan langsung saja.

Telinga dan Pendengaran Wanita juga Lebih Baik

Ketika malam datang dan bayi menangis, siapakah yang terbangun terlebih dahulu? Pasti si Ibu. Si Ayah tetap nyaman, karena aktivitas otaknya 70% sudah turned off.

Bahkan wanita dalam menangkap kebohongan selain menggunakan mata dalam menangkap komunikasi nonverbal juga bisa mendengar perbedaan turun naik nada bicara. Aku sendiri sampai sekarang tidak bisa tahu apakah orang lain nadanya naik atau turun.

Dan karena ini pula, biasanya anak perempuan akan lebih mudah tidur bila dihibur dengan lagu nina bobok yang nadanya sesuai. Ini mungkin para ibu yang lebih paham. Aku nyerah untuk masalah nada ini.

Terus bagaimana dengan pria?

Tenang saja, meski tidak sepeka wanita, pria bisa mengetahui letak dari suara. Tidak terlalu hebat sepertinya, tapi ini dibutuhkan dalam situsi emergency. Makanya tidak heran bila pemadam kebakaran, petugas polisi, SAR, sebagian besar adalah pria.

Kulit

Di kulit tersebar banyak sel reseptor. 2,8 juta sel reseptor untuk rasa sakit, dua ratus ribu untuk suhu, dan lima ratus ribu untuk sel reseptor tekanan dan sentuhan. Dan sekali lagi kulit wanita sepuluh kali lebih sensitif dari pria. Selain itu kulit wanita lebih tipis dari pria.

Ada sebuah hormon yang dimiliki oleh seorang wanita yang muncul ketika mendapatkan sentuhan. Oxytocin namanya, dan ini memberikan sensasi senang kepada wanita. Makanya wanita lebih senang menyentuh dan disentuh ketika melakukan sosialisasi. Pria? Berhati-hatilah bila ada pria yang sering menyentuh sesama pria.

Pria memang dipandang tidak bisa merasakan. Dan itu memang benar, karena memang kulit pria lebih tebal. Hal ini karena memang telah diciptakan untuk tidak merasakan sakit ketika dia harus menjalankan tugas. Bayangkan bila kulit pria sesensitif perempuan. Sedikit-sedikit bisa mengaduh.

Pembau, dan Perasa?

Kedua indera ini memang lebih memberikan keunggulan kapada wanita dibanding pria. Bahkan hanya dari bau, otak wanita bisa memberikan penilaian apakah seorang lelaki menarik atau tidak. Bau yang dianalisa oleh otak wanita sebenarnya menunjukkan sistem imun pria yang ditemuinya. Dan aktivitas analisa ini terjadi di alam bawah sadar.

Kesimpulan

Superiornya wanita dalam panca indera memang menjadi sebuah misteri. Seakan-akan bahwa wanita memang diciptakan dan ditakdirkan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Dengan segala kekuatan panca inderanya ia bisa menganalisa, menjaga, mengetahui keadaan keluarganya.

Sedangkan pria dengan segala keadaan penciptaanya juga memunculkan sebuah dugaan. Seakan-akan pria diciptakan dan ditakdirkan menjadi seorang pejuang di luar sana. Ia harus bertanggung jawab untuk memberikan keamanan, makanan, dan kebutuhan lain yang menentukan kelangsungan keluarganya.

Bukan berarti yang satu lebih unggul dari yang lain. Hanya berbeda tidak lebih dan tidak kurang. Dan ini membutuhkan penempatan dan pemanfaatan anugerah yang telah diberikan oleh Allah.

Wallahu A’lam

Sumber artikel: Why Men Don’t Listen & Women Can’t Read Maps

Karangan Barbara & Allan Pease

Sumber gambar: http://www.flickr.com

10 thoughts on “Belajar Tentang Indera Pria dan Wanita

    • Betul sekali….. Memang sengaja diciptakan seperti itu. Namun kadang masih ada masalah yang timbul dalam proses saling melengkapi…

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s