Kisah di Kereta Bawah Tanah


Suatu ketika, di sebuah kereta bawah tanah di daerah New York. Aku duduk. Saat itu semua dalam keadaan tenang. Semua disibukkan dengan kegiatan masing-masing.

Tapi ketenangan itu terusik. Seorang lelaki datang bersama beberapa orang anak kecil. Anak-anak kecil ini membuat gaduh seisi kereta. Mereka berteriak, bermain lempar-lemparan di dalam kereta, bahkan mereka merebut koran penumpang.

Anehnya sang Ayah hanya duduk di sampingku. Ia sepertinya tidak menyadari kekacauan yang terjadi. Ia menutup muka dengan tangannya. “Orang kok tidak sensitif banget sih” Pikirku. Aku melihat orang lain sebenarnya merasakan apa yang kurasakan.

Aku pun memberanikan diri, “Pak, maaf tapi anak-anak Bapak membuat kegaduhan di kereta ini. Apakah anda tidak bisa mengatur mereka?”. Ucapku.

Ia mengangkat pandangannya. Terlihat sayu dan kemudia ia berkata, “Oh iya ya, sepertinya saya memang harus mengatur mereka. Maafkan kami ya Pak. Kami baru saja dari rumah sakit, Ibu mereka meninggal satu jam yang lalu. Aku tidak tahu apa yang selanjutnya harus kulakukan. Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus mengatur mereka”.

Bisakah kau rasakan perasaanku setelah mendapatkan pernyataan itu. Seperti aku menjadi seseorang yang kejam. Seketika itu pula paradigmaku bergeser, petaku bergeser, perilaku, pikiranku berubah dengan instan.

Semua perasaan jengkel berubah menjadi simpati. Hanya dalam jangka waktu sekejap.

Bisa jadi bukan kita kurang bekerja keras, bisa jadi bukan karena kita kurang giat. Tapi sebagaimana pengalamanku, paradigma kita masih belum berubah. Peta kita masih belum sesuai.

Kita ingin mengelilingi Surabaya tapi yang kita gunakan adalah peta Jakarta. Sampai kapanpun, sekeras apapun usaha kita dan sebaik apapun pikiran positif kita, selama petanya belum berubah kita tidak akan bisa mengelilingi Surabaya.

Apakah petamu adalah peta yang benar?

Wallahu A’lam

Sumber artikel: 7 Habits of Highly Effective People.

Karangan Stephen R. Covey.

8 thoughts on “Kisah di Kereta Bawah Tanah

  1. Pingback: Pohon Berjalan Mundur [Inspirasi] « 9ethuk

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s