Keberhasilan itu Berasal dari Excellence


Keberhasilan itu datang dari excellence

“Tidak bisa disebut sebagai seorang jendral yang hebat bila hanya bisa memberikan kemenangan dengan besarnya pasukan.” Demikian kata Sun Tzu. Karena bila dengan Jumlah pasukan yang besar, pastilah tidak diperlukan kemampuan yang hebat untuk memenangkan peperangan.

Namun sebaliknya, dengan sumber daya yang terbatas, seorang jendral bisa memenangkan peperangan, itu baru disebut sebagai seorang jendral yang sempurna.

Dalam kehidupan kita hal ini bahkan kita lihat berkali-kali. Munculnya orang-orang yang menginspirasi seringkali bermula dari keterbatasan. Mereka tidak memiliki banyak sumber daya dan dukungan. Namun bagaimana ia bisa memenangkan persaingan (pertempuran)?

Jawabannya adalah kemampuan, kompetensi.

“Sanggup mengangkat daun yang gugur dan terjatuh bukanlah tanda kekuatan. Mampu melihat matahari dan bulan bukanlah pertanda tajamnya penglihatan. Bisa mendengarkan suara guntur tidak menandakan pekanya pendengaran”. Begitu kata Sun Tzu.

Kemampuan seorang jendral atau petarung yang hebat dibuktikan dengan kelebihan-kelebihan yang melebihi manusia lain. Sehingga ia menjadi seorang yang expert atau ahli. Dan orang yang ahil inilah yang mampu memberikan perbedaan hasil dalam sebuah pertempuran.

Saking hebat kemampuannya, ia tidak saja memenangkan pertempuran. Namun ia memenangkannya dengan mudah. Bahkan dengan kemenangan yang mudah ini orang tidak lagi merasa perlu untuk kagum atas strategi dan pemikirannya. Orang juga tidak perlu terheran-heran dengan besarnya keberanian yang ia miliki.

Semuanya karena memang jendral ini adalah jendral yang sempurna. Kemampuannya membuat dia memenangkan perang bahkan sebelum dia menyerang.

Jendral dan pimpinan yang sempurna ini, di mana ia memperoleh kekuatan, dan keahliannya?

Ia mendapatkan kekuatan dengan tetap berpegang teguh dengan tuntunan moral kebaikan. Selanjutnya ia mengetahui dengan betul apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan kekuatan itu. Dan itupun tidak cukup, ia masih harus disiplin dalam menerapkan cara tersebut.

Jadi prasyarat kemampuan yang sempurna adalah kekuatan moral kebaikan atau dalam bahasaku adalah ketundukan kepada Aturan Allah. Yang kedua diikuti dengan senantiasa belajar untuk mendapatkan cara-cara yang efektif. Dan ketiga adalah mengistiqomahkan diri agar tetap melaksanakan cara-cara yang efektif dalam menghimpun kemampuan.

Wallahu A’lam.

Sumber artikel: Sun Tzu’s The Art Of War, Translated by Lionel Giles M. A.

Sumber gambar: www.flickr.com

9 thoughts on “Keberhasilan itu Berasal dari Excellence

  1. “Sanggup mengangkat daun yang gugur dan terjatuh bukanlah tanda kekuatan. Mampu melihat matahari dan bulan bukanlah pertanda tajamnya penglihatan. Bisa mendengarkan suara guntur tidak menandakan pekanya pendengaran”. Begitu kata Sun Tzu.

    Boleh tahu makna kata kata diatas ?

    • Seringkali orang yang bisa mengangkat daun yang berguguran menganggap dirinya adalah orang yang kuat, padahal ia hanya mengangkat daun. Ada juga orang yang meliht matahari dan bulan sudah menganggap bahwa dirinya memiliki penglihatan yang tajam. Dan ada juga orang yang mengatakan pendengarannya peka padahal ia mendengarkan suara guntur….
      kurang lebih seperti itu Pak yang saya pahami. Wallahu A’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s