Tuntutlah Ilmu Sejak Dari Buaian Hingga Liang Lahat


Uthlubil ‘Ilma Minal Mahdi Ilal Lahdi

Sahabatku, menuntut ilmu sejak dari buaian adalah sebuah kepastian. Namun menuntut ilmu hingga liang lahat adalah sebuah pilihan.

Kenapa menuntut ilmu sejak dari buaian adalah sesuatu yang pasti. Karena ketika kita berada di buaian, Allah telah memaksa kita untuk belajar. Tidak mungkin seseorang yang berada di buaian tidak mau belajar.

Mari kita membayangkan ketika kita bayi. Bukankah ketika mata membuka dan melihat, kemudian belajar tentang warna, tentang wajah orang tua dan orang lain yang berada di sekeliling kita? Bukankah telinga ketika mendengar juga tertarik dengan segala bunyi dan suara?

Pun begitu yang terjadi dengan suara dan seluruh organ tubuh kita yang lain. Kita belajar untuk bersuara memanggil ibu bapak kita. Tangan mulai meraih dan menggenggam. Tubuh bergerak dari yang hanya bisa berbaring, bisa duduk, jongkok, hingga bisa merangkak, berdiri dan berlari.

Dan harga belajar ketika itu mahal. Terkadang kita terjatuh. Kadang pula mulut tersedak. Terkadang mata sakit dan lain sebagainya. Menangis adalah sesuatu yang pasti. Namun ajaibnya makhluk Allah dalam usia bayi ini tidak pernah berhenti belajar. Meski jatuh bangun, ia tak pernah berhenti.

Namun bagaimana dengan diri kita saat ini sahabat? Masihkah kita ingin belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik? Di saat tanggung jawab menjadi beban dalam hidup kita. Ada orang lain yang kemudian menjadi tanggungan kita, masihkah kita ingin belajar.

Atau sebaliknya, kita lebih sering meluangkan waktu untuk bersantai dan berleha-leha. Melepas penat setelah seharian bekerja di luar sana. Belajar seakan-akan hanya menjadi sebuah rutinitas yang terhenti setelah mendapat gelar sarjana.

Masa bayi-bayi kita memberikan pelajaran bahwa rasa sakit dan tangis itu adalah harga belajar. Sehingga di waktu yang akan datang kita akan menjadi lebih baik. Dan tentu saja dengan syarat kita tidak berhenti setelah mengalami tangis dan sakit itu.

Tetaplah belajar sahabatku! karena untuk menjadi lebih kaya, bijaksana, cerdas, dan dihormati sesama membutuhkan ilmu yang banyak ragamnya. Apalagi bila engkau menginginkan kehidupan yang lebih baik setelah di dunia. Bukankah mencapainya butuh lebih banyak ilmu daripada ketika berada di buaian bunda?

Wallahu A’lam

Sumber gambar: www.flickr.com

8 thoughts on “Tuntutlah Ilmu Sejak Dari Buaian Hingga Liang Lahat

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s