Yang Manakah Kamu?


Siapakah dirimu sahabatku?

Belajar dari sirah Nabawiyah aku mendapatkan sebuah pencerahan baru. Apakah itu?

Kalian pasti sudah mengenal nama-nama seperti, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, Abdurrahman bin Auf, Abu Dzar Al Ghifari, Ibnu Abbas, Amr bin Ash dan Khalid bin Walid. Aku memang sengaja menyebutkan beberapa saja untuk memberikan gambarann yang lebih simpel.

Bukankah semua mereka itu adalah orang-orang yang mulia. Dan mereka adalah murid dari Rasulullah, manusia termulia di muka bumi. Namun tahukah kamu dari mana kemuliaan mereka berasal? Samakah kemuliaan-kemuliaan mereka? Adakah spesialisasi yang kau temui?

Abu Bakar, ini adalah sosok yang digambarkan oleh Rasulullah yang imannya bila ditimbang dengan iman manusia maka yang lebih berat adalah iman Abu Bakar. Untuk menemani hijrah Rasul, yang diajak adalah Abu Bakar dan bukan Umar. Yang teguh dalam iman saat muncul peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah dia. Jadi spesialisasi Abu bakar adalah keimanan yang tak tergoyahkan.

Umar, ada yang memberikan dia julukan, Al Faruq, Al Faqih, dan menurut Rasulullah di lidah Umar ada kebenaran. Tapi sebenarnya ia memiliki keunggulan sebagai panglima, ia juga memiiki keunggulan di medan perang. Tapi Rasulullah sangat jarang memilih Umar sebagai panglima. Justru Rasulllah melihat Umar sebagai seorang negarawan dan pelayan masyarakat.

Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf dari segi keunggulan sama-sama berada di wilayah finansial. Mereka berdua sudah rutin menjadi penyokong dana dakwah dan jihad Nabi. Dan seakan-akan dana yang mereka berikan tidak pernah menguras kekayaan yang ada pada diri mereka.

Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah, dan Abu Dzal Al Ghifari memiliki kesamaan dalam masalah finansial. Mereka cenderung tidak membutuhkannya. Namun yang menjadi spesialisasi mereka adalah keilmuan. Ditambah dengan Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas) lengkaplah ensiklopedi Islam yang berjalan di tengah umat Islam.

Amr bin Ash, ini adalah sosok yang cerdik. Namun dengan kecerdikannya inilah ia bisa mendapatkan informasi pasukan musuh. Diplomasi ulung adalah keunggulan yang ia miliki. Jendral musuh pun tak sadar bahwa ia telah ditipu.

Yang terakhir adalah Khalid bin Walid, ia jarang meriwayatkan hadits, hafalan Qur’an juga tidak terlalu spesial. Ia pun tidak cocok menjadi seorang gubernur yang memimpin daerah aman. Ia hanya istimewa dalam peperangan. Sejak kecil ia ditempa dengan perang dan medan laga. Ia menjadi pedang Allah yang terhunus.

Semua mereka mulia dengan kemuliaan mereka masing-masing. Mereka menjadi cemerlang tapi tetap dengan menjadi diri mereka masing-masing. Rasulullah menunjukkan bahwa tiap manusia memang memiliki kecenderungan dan bakat yang berbeda-beda.

Tugas dan tanggung jawab yang dipilih Rasulullah bagi sahabatnya mengasah keunggulan/bakat yang dimiliki oleh masing-masingnya. Bukan berarti bahwa Abu Dzar tidak bisa memimpin peperangan, juga bukan berarti bahwa sholat Khalid bin Walid bermasalah.

Tapi memang tiap individu memiliki sebuah keunggulan masing-masing. Dan itulah bakat yang Allah berikan kepada tiap manusia. Sudahkah kau temukan keunggulanmu? Sudahkah kau menjadi excellent dengan bakatmu? Sudahkah kau berkontribusi penuh dengan bakat yang telah kau asah?

Wallahu A’lam

4 thoughts on “Yang Manakah Kamu?

  1. semua orang punya potensi yang beda2 dan saling memberi manfaat. dokter nyembuhin orang dari berbagai profesi, yang jago masak makanannya dibeli sama si dokter, yang ahli petrokimia menyediakan gas untuk orang masak, dst.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s