Ingatlah, bahwa Sesungguhnya Kekuatan adalah Memanah


Ini adalah salah satu pesan Nabi Muhammad ketika berkhutbah agar umat Islam saat itu mempersiapkan kekuatan. “Ingatlah, bahwa sesungguhnya kekuatan adalah memanah, ingatlah sesungguhnya kekuatan adalah memanah.” Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim

Sahabatku sejak sebelum Rasulullah diutus, kekuatan memanah ini sebenarnya telah diperlihatkan. Pasukan Romawi yang terkenal dengan perlindungan baju besi yang kokoh dikalahkan oleh panah. Orang dari daerah Mongol yang menaklukkan pasukan Romawi saat itu.

Dengan berkuda, mereka menggunakan taktik serang lari. Karena pasukan romawi sebagian besar adalah infanteri (berjalan kaki), dan dengan beban baju besi, dan tameng yang berat, mereka tidak bisa mengejar. Bila mengejar mereka hanya akan mengalami kelelahan. Akhirnya mereka hanya bisa merelekan diri mereka dikalahkan oleh panah-panah Mongol.

Jaman berganti. Di jaman kekuasan khilafah Islam, kekuatan memanah ini semakin besar dalam ukuran. Ditemukanlah saat itu meriam dengan bola besi yang digunakan untuk menghancurkan tembok atau benteng musuh. Senjata ini adalah salah satu bukti kejayaan umat Islam.

Jaman terus berganti. Di masa Perang Dunia I, Somalia termasuk daerah kekuasaan Khilafah Islam. Mereka mendapat serangan dari Inggris dan Italia (kalau tidak salah). Serangan penjajah gagal, karena saat itu ada pasukan bantuan dari khalifah Turki Utsmani yang sudah dikenal di seantero jagad sebagai pasukan yang hebat.

Waktu bergulir. Datang Perang Dunia II. Kali ini Somalia hancur lebur dan mengaku kalah karena datangnya sebuah kekuatan memanah baru dengan nama pesawat tempur. Somalia dibombardir dan akhirnya menyerah kepada Inggris dan Perancis.

Masa sekarang berubah. Dari pesawat terbang menjadi misil atau roket jarak jauh. Ketepatannya pun bisa dibuktikan. Dan akhirnya kembali lagi bahwa kekuatan itu berada di memanah, menembak, baik itu panah, bola besi, bom atom, hingga nuklir.

Maka dia yang memiliki kekuatan menyerang besar saat ini adalah yang memiliki kekuatan menembak. Dan yang memiliki kekuatan bertahan yang besar adalah apabila dia bisa menghindarkan dari tembakan-tembakan itu.

Apakah di sisi peperangan saja kekuatan menembak? Ternyata tidak. Belajar dari buku The New Rules of Marketing and PR, aku menemukan kekuatan menembak yang bisa digunakan dalam bisnis.

Sebagaimana kita tahu bahwa seorang penembak yang baik adalah penembak yang efektif. Satu peluru untuk satu sasaran. Begitu juga dalam bisnis. Dengan era internet marketing sekarang ini, satu peluru satu sasaran juga sangat memungkinkan. Dan fokuslah yang menjadi syaratnya.

Sebuah bisnis yang memiliki fokus bisa menentukan target segmen yang benar-benar spesifik. Dengan mengetahui betul targetnya, ia bisa menyiapkan cara agar segmen tersebut yang benar-benar mendapatkan pesannya. Jadi tidak untuk semua orang.

Cara main iklan sekarang ini menjadi kurang efektif bagi bisnis terutama yang baru dan memiliki segmen terbatas. Cara yang bisa digunakan adalah dengan blog, podcast, bahkan dengan youtube. Bagaimana menurutmu?

Wallahu A’lam

4 thoughts on “Ingatlah, bahwa Sesungguhnya Kekuatan adalah Memanah

  1. Setuju media sosial memegang peranan penting untuk promosi di awal-awal bisnis, setidaknya itu yang saku mamati perkembangan temen-temen yang buka warung makan yang selalu upload di fb atau mungkin di blog tentang rumah makan mereka 🙂

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s