Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari


Bahasa Indonesia: Telur ayam Deutsch: Hühnereier

Baidhotul yaumi khoirun min dajaajatil ghodi

Apakah tidak salah? Bukankah yang akhir itu lebih baik dari pada awalnya? Dan bukankah lebih baik menjadi ayam daripada menjadi telur? Dan bukankah memiliki impian itu lebih baik daripada tidak?

Tidak, mahfudzot di atas tidak salah. Walaupun memang benar juga bahwa yang akhir itu lebih baik daripada permulaannya. Dan memang lebih baik menjadi ayam daripada telur. Dan memiliki impian juga lebih baik.

Namun masalahnya bukan di seputar itu. Masalahnya adalah di langkah yang harus dilalui. Untuk menjadi ayam, ia harus terlebih dahulu menjadi telur. Bila ia tidak mengalami fase telur bagaimana ia akan pernah menjadi ayam?

Impian itu wajib dan bagus. Karena tanpa impian tidak akan ada tenaga untuk berjalan melalui berbagai rintangan dalam hidup ini. Namun hanya memiliki impian tidak bisa membuat impian itu menjadi nyata.

Semua manusia-manusia yang kini dianggap sebagai manusia besar memiliki sejarah-sejarah perjuangan yang sama. Tidak kita jumpai manusia besar yang muncul tanpa mengalami naik dan turun dalam kehidupan. Mengalami fase telur.

Sebuah fase di mana kesempitan, tak berbentuk yang dipadu dengan rasa panas dan tak bisa bergerak. Masa keterpaksaan, baik terpaksa oleh kondisi atau terpaksa oleh keinginan yang belum tercapai. Semuanya mengalami fase telur itu.

Barulah setelah ia mengalami fase telur dengan baik yakni mendapatkan panas yang cukup, dibolak-balik dengan merata, mengalami pertumbuhan, kapasitas yang makin mendesak cangkang, ia akan menjadi seekor anak ayam. Dan tahukah kau proses itu tidak berhenti di anak ayam.

Menjadi telur hari ini jauh lebih baik. Karena menjadi telur kau sadar bahwa itu adalah jalan yang harus ditempuh untuk menjadi ayam. Dan dari fase telur inilah, bisa muncul seekor ayam yang akan bisa menghasilkan manfaat.

Menjadi ayam memang lebih baik daripada menjadi telur. Tapi bila itu hanya sebuah impian kosong. “Besok aku akan menjadi ayam”. Tapi ia tidak ingin menjadi telur. Ia hanya mengobral janji ke mana-mana bahwa besok ia akan menjadi ayam.

Fase telur pada dirimu harus membuatmu kuat. Hingga pada akhirnya kau bisa memecahkan kulit telur dan masuk fase anak ayam. Dan berangsur-angsur melewati berbagai macam pertumbuhan dan tantangan, barulah kau bisa menjadi ayam.

Bagaimana dengan dirimu? Jadi telur hari ini atau ayam nanti, besok, lusa di masa yang akan datang?

Wallahu A’lam

7 thoughts on “Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari

  1. Dua sisi yang tidak bisa dipisahkan, antara telur dan ayam …
    #pilih Telur hari ini …
    Semoga mengandung nilai yang positif dan mempunyai pesan yang ditujukan untuk kehidupan selanjutnya.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s