Yang Pertama Datang akan Menang


Bílá Opava #1

membotoli air yang sudah ada. tidak ada yang pernah memikirkannya sebelum Aqua muncul

Sun Tzu berkata, “Siapa yang terlebih dahulu tiba di sebuah medan pertempuran, maka dia akan segar menunggu datangnya musuh. Bila musuhnya datang terlambat maka dia harus bergegas mengejar, dan ini akan melelahkannya.

Oleh sebab itu, petarung yang cerdas akan membuat musuhnya tunduk pada aturannya, namun tidak mengijinkan aturan musuh untuk bisa berlaku pada dirinya.

Dengan keuntungan ini, dia bisa membuat musuh mendatanginya dengan cara yang diinginkannya. Atau dengan menyerang dan membuat kerusakan, ia membuat musuh mustahil mendekatinya.”

Sebuah cara pertarungan yang boleh jadi tidak fair, atau tidak adil. Tapi memang demikianlah yang terjadi. Mereka yang tiba terlebih dahulu, bisa memilih spot yang terbaik. Menempati tempat-tempat yang strategis jauh melebihi pesaingnya.

Dan bila berperang kini adalah memperebutkan hati para konsumen untuk memilih produk dan jasa yang diinginkan. Yang berpeluang besar adalah yang hadir pada saat awal. Ia memulai untuk datang di hati para konsumen sebelum lainnya.

Orang umum tidak pernah mengetahui Aqua sebelumnya. Namun begitu ia datang, dan orang mengenal, mengetahui kualitasnya, maka ia menjadi pemenang. Kini ketika kita membeli air minum dalam kemasan maka yang muncul adalah Aqua.

Begitu juga ketika kita membeli minuman ringan bersoda, maka yang muncul dalam benak adalah Coca Cola. Dan bila kita ingin membeli pompa air elektrik adalah Sanyo.

Yang pertama dikenal masyarakat akan menentukan standar kelayakan atau kualitas sebuah produk. Semua produk air minum akan dibandingkan kualitas, harga dan penampilannya dengan Aqua. Dan itulah keuntungan menjadi yang pertama, yang datang berikutnya harus mengekor di belakangnya.

Yang pertama kali muncul di pasar itulah yang seringkali akan berakhir menguasai pasar. Bagaimana menurutmu kawan?

Wallahu a’lam

11 thoughts on “Yang Pertama Datang akan Menang

  1. Menurut bapak motivator yang kemarin mengisi, faktornya bukan yang pertama, tetapi kualitas dan cara membrandingkan prosuk yang cerdas. Mungkin faktor ‘waktu’ juga berpengaruh, tapi jika yang pertama tidak bisa membrandingkan secara cerdas ya kalah pamor. heheee..
    itu sih kata pak puji pak, pengusaha dari jogja.. :mrgreen: CMIIW

    • Betul sekali, memang tidak semuanya berdasarkan yang pertama, ada banyak cara lain yang bisa digunakan untuk menjadi besar. Coba cari di buku “22 Immutable Laws of Marketing” karangannya Al Ries dan Jack Trout, versi Bahasa Indonesianya juga sudah ada insya Allah

      • Wah malu saya kalo disinggung masalah buku, punyanya cuma yang gratisan mbak. Sejak kuliah, karena banyak buku bagus tapi tidak punya banyak uang, saya cari gratisan di internet, e-book. Waktu kerja banyak hal yang belum saya ketahui cari buku gratisan lagi deh. soalnya buku yang saya baca kebanyakan kalau terjemahannya kadang gak nyambung. E-booknya khan asli Inggris-an. Sekarang koleksinya baru 3 GB. belum semua sempat kebaca.

  2. Jadi yang pertama tapi jangan jadi besar kepala hingga lupa diri.
    Contoh gampang, indomie. Sempat ketar-ketir oleh mie sedaaap.

    Be the first but always proving that you’re deserved to be the first

  3. Pingback: Datang Telat tapi Ingin Menang, Begini Caranya « Inti Hidup

  4. Pingback: Semua Software dan Hardware ternyata di-kompatibel-kan dengan Windows « Inti Hidup

  5. Pingback: Alasan Dibalik Yang Pertama Selalu Menang « Inti Hidup

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s