Datang Telat tapi Ingin Menang, Begini Caranya


Family Pack

Berpacu dengan produk yang sama tapi beda segmen pasar

Bila di postingan sebelumnya kita mengetahui bahwa yang pertama kali datang pasti memiliki kans untuk menang. Maka bisnis di masa yang akan datang dikuasai oleh brand yang sekarang sudah ada. Berarti tidak ada peluang bagi para pengusaha di masa depan dong?

Apakah kita bersedia menjadi yang kedua atau kesekian? Pastilah tidak. Maka bila kita memang yakin jasa atau produk yang kita tawarkan layak dipertimbangkan maka kita tetap bisa jadi terdepan. Bagaimana caranya?

Dengan membuat sebuah kategori baru? Sebagai contoh yang lalu, kita sudah tahu bahwa Aqua-lah yang memulai membotoli air putih, dan merek-merek setelah itu akan dibandingkan dengan Aqua.

Kita bisa belajar dari Sosro dan produk teh yang lainnya sebut saja teh Sisri dan (katanya Pak Lambang sarib) Tekita. ketiganya memiliki produk yang sama tapi beda kategori (bisa dari segmen pasarnya). Sosro identik dengan teman makan dan lebih cenderung untuk kalangan sepuh, Tekita lebih remaja, dan Teh Sisri untuk anak-anak.

Hasilnya ketiganya bisa jadi yang pertama tapi di pangsa pasar yang berbeda. Jadi bila kita tidak bisa jadi yang pertama, buatlah kategori baru. Dan jadilah yang pertama dalam kategori itu.

Bila kita melihat dunia motor saja, maka kita akan menjumpai banyak pabrikan. Mulai dari Kawasaki, Honda, Yamaha hingga Harley Davidson. Bila kita ingin menjadi produk dan jasa yang terdepan sementara kita tidak berada di depan, maka buatlah kategori baru dan jadilah yang pertama.

Ketika pasar mie sudah dikuasai oleh indomie, tidak harus kita bersaing di pasar yang sama. Kita bisa masuk dengan mi yang tanpa harus direbus terlebih dahulu dengan jumlah yang lebih mini, maka muncullah mi gelas.

Begitu juga dengan produk-produk yang lain. Bila kita mengenal banyak produk dan jasa yang sekarang berada di masyarakat, mengapa kita tidak membuat kategori tersendiri yang menjadi pemenang?

Bagaimana menurutmu apakah masih ada kategori yang bisa kau masuki dan menjadi nomor satu di sana?

Inspirasi: The 22 Immutable Laws of Marketing, Violate Them at Your Own Risk, karya Al Ries dan Jack Trout

9 thoughts on “Datang Telat tapi Ingin Menang, Begini Caranya

  1. aqua dan sosro produknya beda mas.

    Coba deh tulisannya antara sosro dengan tekita, atau saat ini yang baru hangat adalah aqua vs enviro.

    Aqua dan enviro produknya sama, bedanya segmen dan target market mereka.

  2. tidak masalah untuk menjadi yang kedua kok Pak.

    Kalau dilihat paling nyata di Indonesia adalah produk2nya Sayap Mas Utama atau Wings Group. Lihat saja. Mereka menguasai ‘second layer’ dari semua produk utama yang ada di pasaran.

    Rinso diikuti dengan So Klin
    Sunlight dengan Mama Lemon/Lime
    Indomie dengan Mie Sedaaap
    Nutrisari dengan Jas Jus

    dan masih banyak banget.

  3. mantep ilmunya. mungkin bisa juga dengan bikin produk yang limited edition atau dengan material dan harga yang premium. kayak dulu itu suka ada iklannya, jam tangan dan hape berlapis berlian. *eh itu termasuk gak ya?😕 pokoke dilanjut mas ilmu2 berikutnya.🙂

  4. klo bahan pokok rata-rata harus bersaing ketat mas, kecuali barang komplemen dengan sentuhan teknologi sedikit udah beda contohnya klo ngomong hp wah update produke cepet banget deh….

    klo aku sih lebih kearah kreativitas dan inovasi plus marketingnya hehehehe bahasane beda ini ya

    • Beras juga ada kelasnya, ada kategori tersendiri, Beras ada yang 8000/kg. Tapi ada juga yang sampai 20.000/kg. Keduanya meski jualan sembako pasti pangsa pasarnya beda. Minyak goreng juga beda, telur apa lagi, semua pasti memiliki kategori yang berbeda.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s