Perhatikan dengan Siapa Kau Ngobrol


husband and wife

husband and wife

Kini kau sudah paham bahwa ngobrol bagi pasangan adalah sesuatu yang sangat penting untuk tidak dilakukan. Tapi dalam ngobrol ternyata ada hal yang harus kau ketahui. Pria dan wanita ngobrol dengan cara yang berbeda. Bila kau ingin hubungan yang menyenangkan perhatikan hal berikut.

Pria cuma bisa membahas satu topik dalam satu waktu

Hal ini bagi pria adalah sesuat yang lumrah. Kami para pria tidak bisa membicarakan sesuatu yang berpindah-pindah. Contohnya, (ini  hanya contoh) ketika berbicara tentang kondisi rumah, kami akan dengan runtut berbicara dari masalah genteng, lantai, rumah dan hal-hal lain yang berhubungan dengan rumah.

Kalau kami diajak ngobrol tentang rumah, kemudian meloncat lagi membahas keluarga di kampung, kemudian membahas masalah pekerjaan, kemudian membahas masalah anak-anak. Biasanya kami, para pria akan hilang konsentrasi. Kami bingung, “sebenarnya ini tadi bahas apa ya?”

Wanita bisa membahas berbagai macam topik

Sebagaimana kondisi otak wanita yang bisa melakukan beberapa macam hal dalam satu waktu, ia juga bisa berbicara tentang beberapa hal dalam satu waktu dan mereka tetap bisa tahu alurnya.

Maka ketika wanita berbicara dengan suaminya atau bila pasangan bicaranya adalah laki-laki, dianjurkan ia mengganti modelnya sebagaimana pria, satu persatu. Tidak meloncat dari satu topik ke topik yang lain.

Ngobrol dengan pria harus bergiliran antara mendengarkan dan berbicara

Aku masih tetap heran dengan ibu-ibu yang doyan ngrumpi. Mereka berbicara dalam satu waktu semuanya berbarengan dan tetap tidak bingung. Padahal kalau kita lihat di sidang-sidang DPR, hal itu seperti 5 orang yang mengungkapkan interupsinya bersama-sama. Maka pimpinan sidang yang biasanya pria akan mengatakan, “Tolong disampaikan satu-satu, bergiliran.”

Otak laki-laki sebagaimana kita ketahui bersama dalam melakukan aktivitas tubuh membaginya dalam beberapa bagian. Mendengarkan dalam satu bagian dan berbicara dalam satu bagian yang lain. Saat otak yang mendengarkan bekerja, maka otak berbicara akan berhenti.

Hal ini berbeda dengan wanita. Otaknya bisa melakukan beberapa macam kegiatan dalam satu waktu dengan berbarengan. Maka biasanya saat mereka berbicara, dalam waktu yang sama mereka juga bisa mendengarkan. Dan itu bagi mereka bukan sesuatu yang luar biasa.

Namun karena pria tidak memilikinya, maka terkadang pria sering merasa “budrek” bila istrinya ketemu  Bu Dhe, Bu Lek, dan ponakan perempuannya dalam satu ruangan bersama dirinya. Seakan-akan tidak ada yang mau mengalah untuk bercerita satu persatu.

Padahal satu persatu itu hanya ada di dunia pria. Karena mereka tidak bisa mendengar dan berbicara secara bersamaan. Maka inti hidup kita kali ini adalah menghargai perbedaan terkecil bahkan sampai urusan ngobrol.

Bagaimana denganmu kawan? Pernahkah kau mengalaminya.

19 thoughts on “Perhatikan dengan Siapa Kau Ngobrol

  1. haha saya juga suka ngerasain hal yang sama dengan mamak saya maupun teman. saya rasa kitanya sebagai laki-laki cukup dengerin dan jawab seperlunya aja. ntar ceweknya juga pasti ngulang lagi pertanyaan yang memang dia rasa perlu dijawab.😛

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s