Proactive, Memilih yang Benar atau Memilih yang Mudah?


Initiative

Kata orang jangan hanya menyalahkan kegelapan, tapi coba menyalakan lilin.

Ini adalah habit pertama dari 7 habits. Dan ini adalah habit terpenting karena dengan habit inilah 6 habit yang lainnya bisa terlaksana. Tanpa habit ini, mustahil 6 lainnya bisa kau kerjakan.

Bahasa sederhana dari proactive adalah memilih bertanggung jawab untuk kebaikan diri sendiri.

Ketika membaca habit pertama ini, aku teringat kisah keluhan salah seorang manajer tentang anak buahnya kepada Adam Khoo. Aku juga teringat sebuah mahfudzot tentang memperbaiki diri sendiri.

Ternyata semua ini memiliki sebuah inti yang sama. Berhentilah menyalahkan di luar dirimu. Ketika ketidakberhasilan terjadi, pasti sangat mudah menyalahkan orang lain.

Karena salah orang tua, karena salah anak, karena salah bos, karena salah lingkungan, karena salah cuaca, karena salah sepeda motor, karena salah rumah, semuanya salah selain dirinya sendiri.

Terus apakah yang tepat itu berarti harus menyalahkan diri sendiri? Tidak juga sih. Tapi ia sebaiknya menyadari bahwa sebenarnya apapun yang terjadi dalam diri tiap manusia sebenarnya berasal dari pilihan-pilihan yang ia buat di masa yang lalu.

Maka bila kau sedang mencari cara yang paling tepat dan efektif untuk mengubah kehidupanmu menjadi lebih baik, mulailah dari dirimu sendiri.

Karena menyalahkan orang lain dan mengharapkan orang lain adalah sebuah cara mudah. Kau memindahkan beban dan tanggung jawab untuk berubah ke orang lain. Dan itu adalah sebuah cara yang mudah.

Tapi cara seperti itu bukanlah sebuah cara yang efektif. Karena ia tidak bisa benar-benar mengubah diri kita. Cara yang efektif adalah dengan mengubah diri kita sendiri terlebih dahulu.

Bila kau ingin dicintai oleh pasanganmu, maka jadilah orang yang mencintainya terlebih dahulu. Bila kau ingin menjadi anak yang dikangeni orang tuamu, maka jadilah anak yang berbakti terlebih dahulu. Dan lain sebagainya. Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang.

Bukankah pengusaha yang sukses itu melakukan yang benar, bukan melakukan yang mudah?

Wallahu a’lam

Inspirasi: 7 Habits of Highly Effective People

7 thoughts on “Proactive, Memilih yang Benar atau Memilih yang Mudah?

  1. Wah, kayaknya selalu keduluan soal topik nih.
    Tadi pagi pas sarapan teringat ucapan teman saya dulu pak.
    ‘Feb, sadar gak. apapun yang terjadi di sekitar lo, orang-orang sekitar lo, apapun itu, pasti ujung-ujungnya ada di diri sendiri.’

    ucapannya itu sendiri membuat saya diam dan berpikir. Ini yang dalam agama saya disebut: ‘Kita empunya karma kita sendiri’ semua kembali ke diri sendiri. Bukan berarti egois. Tapi lebih kepada, introspeksi diri.

    Terima kasih pak atas sharingnya. Kapan ya saya post tulisan 7 habit saya.

    • langsung saja ditulis…. Kalau saya melihat-lihat lagi tulisan saya, ternyata sudah banyak yang hampir mirip di internet, tapi biarlah, ini khan tulisan dengan my taste, meski topik sama rasanya tetap beda…..

      • gpp Pak.
        Tulisannya mungkin bertema sama, tapi kan sudut pandang penceritaannya beda. Jadi siapa tahu dapat insight yang berbeda.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s