Masih tentang Proaktif, Linux, Windows, atau Software Bajakan


Microsoft Windows -

Apa boleh buat, mereka lebih dulu muncul dari pada Linux

Siang itu aku berdiskusi dengan salah seorang adikku. Ia adalah seorang programmer di tempat kerjanya. Setelah aku bercerita tentang diriku, masa laluku dan aktivitasku saat ini, gilirannya pun tiba.

Ia bersemangat ketika ia menceritakan tentang sebuah misi yang ia miliki. Sesuatu yang membuatnya terjaga dari tidur. “Mas, jadi programmer itu susah, makanya aku sekarang ini ingin menghilangkan pembajakan dari semua software-ku. Aku juga berkeinginan untuk mengajak masyarakat agar tidak menggunakan software atau OS (Operating System; biasanya windows) bajakan.”

Aku agak ciut nyali, karena aku sekarang ini bahkan menulis menggunakan software crack-crack-an. Berarti aku termasuk musuh yang harus ia berantas dong. Tapi tak apalah. Namanya salah juga tidak akan menjadi benar.

Maka aku katakan kepadanya (bukan ngeles) bahwa aku juga masih termasuk orang yang menggunakan software bajakan. Tapi aku pun mulai bercerita.

“Ketika kau ingin mengatakan bahwa ingin mengubah paradigma masyarakat, kau yakin bahwa seolah-olah masyarakat inilah yang salah. Linux memang adalah sebuah alternatif yang memungkinkan bagi masyarakat. Tapi Linux terlalu ribet.

Aku yakin bila kau bisa membuat Linux memiliki kemudahan, kestabilan dan program standar yang bisa diandalkan dengan harga yang terjangkau tentunya pastilah ia menjadi pilihan utama.

Kenapa Linux belum menjadi pilihan utama? Karena ketika menginstall, kau masih membutuhkan orang yang ahli. Ketika kau ingin menambahkan program baru, kau masih butuh menyesuaikan software itu dengan linux, masyarakat awam tidak bisa mengerjakannya.

Bahkan ketika kau menancapkan hardware baru, kau masih harus menstabilkannya kembali. Rumit, susah, butuh orang ahli, dan itulah yang tidak dimiliki oleh masyarakat kita. Bila kau ingin mengubah masyarakat agar tidak  memiliki software bajakan, buatlah Linux yang mudah, stabil, program standar dan harga yang terjangkau. Dengan begitu pasti masyarakat akan memilihnya.

Sudah menjadi masa lalu, bahwa karena Windows yang muncul pertama kali, maka semua hardware dan software akan menyesuaikan kompatibilitasnya dengan Windows.

Apple membangun hardware dan softwarenya dalam satu paket sehingga orang tidak perlu lagi pusing untuk mengurus install dan lain sebagainya.

Linux memang harus kerja keras. Bila tujuan muliamu itu memang benar-benar ada dalam dirimu, buatlah Linux yang saat diinstall aku tidak perlu memanggilmu. Saat menambahkan software atau hardware standar aku tidak butuh bantuanmu.

Aku akan menjadi pelanggan pertamamu. Itu bila kau memang menginginkan kami berubah menghilangkan bajakan dari semua perangkat komputer dan laptop. (Semoga membangkitkan semangat proaktif dalam dirinya)

Bagaimana menurutmu kawan?

11 thoughts on “Masih tentang Proaktif, Linux, Windows, atau Software Bajakan

  1. Saya coba dari sisi officenya ya.
    Untuk Linux dengan office yang dikenal dengan open office, masih banyak beberapa kelemahan. Di samping kita sendiri memang belum terbiasa, namun ada juga beberapa kekurangan. Beberapa rumus di excel yang saat ini sudah bisa dilakukan, di open office masih belum bisa.

    • ketika para programmer berazam mendidik agar masyarakat bebas dari software bajakan, mungkin tidak sepenuhnya masyarakat yang perlu berubah. programmernya juga harus berubah terlebih dahulu

  2. Aku sudah pakai ubunti oneiric dari beberapa bulan lalu. Nambah program nggak susah kok, semuanya ada di softwarecenter. Tinggal klik.

    Open office sudah nggak gratis lagi. Sekarang pakai libre office.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s