Sebaik-Baik Teman Duduk di Setiap Waktu Adalah Buku


Reading a book

Khoiru jaliisin fi az-zamaani kitaabun

Meskipun kisah berikut telah dibantah sebagai cerita non-fiksi (nyata). Tapi menurutku cerita ini bisa menggambarkan mahfudzot di atas.

Kisah ini bisa kau jumpai di buku Rich Dad Poor Dad karya Robert T. Kiyosaki. Suatu ketika saat Robert ingin belajar menjadi kaya, maka sang Rich Dad mengajarkannya cara untuk menjadi kaya. Caranya?

Dengan bekerja di toko milik Rich Dad tanpa bayaran. Awalnya ia bingung sebagaimana aku juga bingung, bagaimana hal tersebut bisa membuat dia kaya. Dan waktu pun berjalan, dia tetap bekerja keras menjaga dan membersihkan toko tanpa bayaran.

Hingga di suatu saat, ia melihat komik yang ada di tokonya tidak terjual dan diambil lagi oleh si penerbit. Kemudian ia meminta kepada sang petugas penerbit bisakah komik-komik itu ia minta. Setelah berbagai tawar menawar, komik itupun diberikan dengan syarat tidak diperjualbelikan.

Lalu akhirnya dia membuat perpustakaan komik di mana semua pengunjung boleh membaca komik sepuasnya dengan biaya masuk terjangkau. Maka ia menjadi orang kaya di kalangan para anak-anak seusianya. Ternyata Rich Dad benar-benar mengajarkan bagaimana cara menjadi kaya.

Apa hubungan kisah itu dengan mahfudzot di atas? Bukankah yang disebutkan di atas keutamaan membaca buku?

Marilah sejenak kita lihat. Kenapa buku itu menjadi teman yang terbaik setiap zaman? Jawabannya, karena buku adalah media ilmu pengetahuan. Jadi karena ilmu pengetahuannya, bukan karena fisik bukunya.

Dan bukankah sebaik-baik aktivitas dalam tiap waktu adalah mencari ilmu? Sebagaimana kisah Kiyosaki, ia mencari ilmu penting dalam kehidupan manusia, ilmu menjadi kaya. Dan ia tidak mencarinya dalam buku, tapi dalam kehidupan nyata.

Maka buku tidak harus berbentuk lembaran-lembaran kertas. Bisa jadi ia berbentuk kejadian-kejadian dalam kehidupan kita yang sebenarnya mengandung banyak ilmu dan hikmah.

Masalahnya, sebagaimana kisah Kiyosaki, sebenarnya banyak orang melihat bagaimana komik itu teronggok. Tapi tidak ada yang mendapatkan ide yang brilian itu. Atau dengan kata lain, orang lain tidak berhasrat untuk mendapatkan ilmu menjadi kaya.

Bila aku diijinkan, aku ingin mengubah arti mahfudzot di atas ‘Sebaik-baik aktivitas dalam tiap kesempatan adalah mencari ilmu.’

Wallahu a’lam

10 thoughts on “Sebaik-Baik Teman Duduk di Setiap Waktu Adalah Buku

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s