Jiwa Steve Jobs dalam Menulisku


English: Steve Jobs shows off the white iPhone...

Insanely Great, aku juga ingin tulisanku seperti itu

“Mas Anas, kalau mau blognya dikunjungi lebih banyak orang, coba buat postingan yang sederhana, jangan yang berat-berat seperti sekarang.” Saran salah seorang sahabatku.

Ya memang betul sih, isi tulisanku jarang yang ringan. Semuanya serba berat dan harus berpikir dan kadang-kadang bisa jadi muncul kata Oooo setelah membaca. “Oooo ternyata begitu ya isinya otak laki-laki” contohnya.

Dan memang begitulah yang menjadi trend saat ini. Blog yang banyak pengunjungnya pasti blog yang ringan dan bisa dibaca tanpa harus mengernyitkan dahi. Dan memang itu jugalah teori marketing. Karena marketing dan selling itu berbeda lho ya.

Marketing melihat sudut pandang pelanggan, sedangkan selling melihat dengan kacamata produsen. Apa yang diinginkan sebagian besar pelanggan? Model tulisan apa yang diinginkan oleh pelanggan. Maka model tulisan itulah yang kita berikan. Tema-tema yang diinginkan pelanggan itulah yang harus disajikan.

Sedangkan selling ngomongnya seperti ini. Saya sudah membuat tulisan ini, kira-kira yang suka itu segmen yang mana ya? Bagaimana cara membuat mereka mau membaca tulisan ini ya? Apa yang harus saya lakukan agar banyak yang mengunjungi blog saya.

Tapi entahlah kawan, mungkin aku terlalu idealis. Aku ingin seperti Steve Jobs. Ia bilang, “Jangan tanyakan apa yang mereka butuhkan. Karena mereka sendiri tidak tahu apa yang mereka butuhkan. Buat saja produk yang insanely great, mereka akan dengan senang hati mencarinya.”

Aku tahu bahwa aku harus membuat tulisan-tulisan yang insanely great. Dan aku sadar proses itu tidak mudah. Tapi biarlah aku mencari idealisme dan passionku. Karena bila aku mengorbankan keduanya, lalu apa enaknya menghabiskan berjam-jam waktuku di depan laptop.

Aku memilih untuk membuat tulisan yang insanely great. Tapi aku juga harus berterima kasih kepadamu karena telah peduli kepadaku sahabat.

11 thoughts on “Jiwa Steve Jobs dalam Menulisku

  1. Mas Anas, saya suka kok baca walau ‘agak’ berat. Malah senang bacanya. Jadi seimbang, Ada yang seperti Mas Anas dan Mas Iwan Yulianto. Nah ada yang ringan…

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s