Belajar Dakwah dari Syetan


Brain scanning technology is quickly approachi...

bukan hanya logika, tapi juga ikatan emosional

Syetan berdakwah dengan cara yang luar biasa. Ia memiliki cara dakwah yang efektif. Tidak efisien, tapi sangat efektif. Ia biasa mengajak sebagian besar manusia untuk mengingkari Allah dan Nabi-Nya.

Tidak percaya? Tengok kisah Nabi Nuh. Kaumnya menyembah beberapa berhala yang namanya berasal dari nama-nama orang yang beriman. Mereka yang beriman ini ketika meninggal dibuatkan patung untuk mengenang kebaikan mereka.

Jadi awalnya, aktivitas ini bukanlah sebuah aktivitas penyembahan tapi aktivitas menumbuhkan motivasi ibadah. Mereka melihat patung-patung orang beriman itu untuk memotivasi spiritualitas.

Dan inilah hebatnya efektivitas dakwah syetan. Ia menumbuhkan sebuah kebiasaan yang lambat laun ketika generasi demi generasi berganti tidak ada yang tahu bahwa berhala itu adalah nama orang beriman dan tujuan menghadap patung adalah mengibarkan semangat dakwah.

Selanjutnya syetan membungkus aktivitas itu dengan ikatan emosional yang kuat yakni dengan budaya atau tradisi. Ketika seorang anak diajarkan menghadap patung oleh ibu bapaknya, maka yang menjadi ikatan emosional adalah kedekatan anak dengan orang tuanya, bukan menghadap patungnya.

Jadi ketika anak-anaknya ditanya kenapa mereka melakukan itu (menghadap berhala)? Mereka tidak menjawab dengan logika, tapi dengan jawaban beginilah orang tua kami mendidik kami. Seolah-olah mereka berkata, “Kalau kami tidak melakukan ini, berarti kami tidak menghargai orang tua yang telah membimbing kami.”

Sangat efektif, meski mereka membutuhkan waktu yang sangat lama, tapi efeknya bisa menguasai sebagian besar manusia waktu Nabi Nuh hidup.

Maka bila ada perbuatan buruk yang susah diberantas, bisa jadi karena memang ada ikatan emosional yang kuat perbuatan tersebut dengan sesuatu. Misal rokok, ia erat hubungannya dengan emosi untuk diterima dalam pergaulan. Seorang perokok mungkin tahu bahaya merokok. Tapi emosinya mengatakan, “Dengan inilah saya dapat bergaul dan mendapatkan teman.”

Dan pergaulan itu lebih memiliki emosional yang lebih kuat daripada logika semata. Sehingga tidak heran bila merokok susah diberantas.

Maka dua pelajaran yang bisa diambil dari cara dakwah syetan ialah: (1) Jangan mengharap hasil dengan cepat ingat efektivitas bukan efisiensi, (2) Perkuat sisi emosional bukan sekedar logika semata.

Bagaimana menurutmu kawan?

Wallahu a’lam

6 thoughts on “Belajar Dakwah dari Syetan

  1. Pingback: Dakwah Islam dengan Cara Dakwah Syetan « Inti Hidup

  2. dakwah setan dibandingin sama dakwah manusia ya gak bs sebanding… dakwah setan kan ngajakin utk ikutin hawa nafsu, klo dakwah manusia yang mengajak ke kebaikan kan sebaliknya, hahaha…

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s