Musuh Yang Kuat pun Pasti Punya Kelemahan, Seranglah di Titik Lemahnya


Various Listerine products

Meskipun kuat sebagai mouthwash yang benar-benar membunuh bakteri tapi kelemahannya adalah rasa yang tidak enak.

Sun Tzu berkata, “Kau bisa memastikan keberhasilan seranganmu bila kau menyerang daerah yang tidak dijaga. Kau bisa memastikan keamanan pertahananmu bila kau menguasai daerah yang tidak bisa diserang.”

Membaca kalimat Sun Tzu ini aku teringat salah satu “Law of Marketing” yang dikenalkan oleh Al Ries dan Jack Trout. Hukumnya dikenal dengan nama “Law of Opposite.”

Bila kau ingin mengambil posisi pemuncak dalam kategori bisnis yang kau terjuni, maka perhatikan produk yang berada di posisi puncak. Perhatikan dengan seksama. Apa kekuatan dan kelemahan produk nomor satu itu?

Karena dalam tiap produk yang kuat pasti ada kelemahan yang muncul di sana. Contoh yang paling populer adalah Coca-cola untuk minuman cola. Ia menjadi penguasa selama lebih dari satu abad. Ia dikenal sebagai produk yang “tua”.

Maka ketika Pepsi-cola muncul ia selalu mengedepankan generasi baru. “Pepsi Generation” adalah sesuatu yang wajib ia kenalkan. Sehingga bagi mereka yang tidak minum Coca Cola, selalu ada generasi baru dari Pepsi Cola.

Bila Time mengedepankan tulisan yang berwarna, ada sedikit sentuhan sastra di dalamnya, maka berbeda dengan Newsweek. Ia mengambil posisi berbeda, dengan tulisan yang  bermodel Straight News.

Tapi tidak semua cara ini pasti berhasil. Kau masih harus berhati-hati. Contohnya, Listerine sejak lama dikenal sebagai produk mouthwash yang ampuh membunuh bakteri. Tahun 1961 Johnson & Johnson mengenalkan Micrin, tapi mengenalkannya sebagai mouthwash yang “scientific”.

Lalu muncul Scope dari Procter & Gamble. Listerine memang dikenal sebagai mouthwash yang mampu membunuh bakteri, tapi kelemahannya adalah “rasanya tidak enak”. Maka Scope memperkenalkan diri sebegai mouthwash yang mampu membunuh bakteri tapi rasanya tetap enak.

Dengan munculnya Scope, Micrin pun menghilang. Karena Micrin mengambil posisi yang sama dengan Listerine sebagai pemuncak klasemen dengan sama-sama memiliki kategori atau keunggulan “scientific”.

Maka pelajarannya adalah, bila kau ingin mengambil puncak pimpinan, perhatikan betul-betul kekuatan dan kelemahannya. Lalu ambil kelemahannya sebagai kekuatanmu.

Bagaimana menurutmu kawan?

Wallahu a’lam

10 thoughts on “Musuh Yang Kuat pun Pasti Punya Kelemahan, Seranglah di Titik Lemahnya

  1. Sun Tzu berkata, “Kau bisa memastikan keberhasilan seranganmu bila kau menyerang daerah yang tidak dijaga. Kau bisa memastikan keamanan pertahananmu bila kau menguasai daerah yang tidak bisa diserang.”

    suka banget mas dengan kalimat di atas.

    Setiap orang pasti punya kelemahan. itu memang pasti. dalam hal persaingan marketing seperti yang mas jelaskan, itu memang cara tepat. begitu juga dalam hidup sehari-hari. Tapi jangan sampai menggunakan kelemahan seseorang untuk menjatuhkan ‘sejauh-jauhnya’ orang itu.

    Saya suka perkataan mas: Lalu ambil kelemahannya sebagai kekuatanmu.
    Kalau saja semua melakukan ini, saya yakin dunia ini akan jauh lebih baik.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s