Mencintai karena Cinta atau Cinta karena Mencintai


Love ? I love love love you.

Yang mana dirimu? Mencintai karena cinta? Atau Cinta karena mencintai

Sekarang ini nikah kemudian cerai sudah makin marak. Malah mungkin bisa disebut membudaya. Ingin yang sempurna tanpa cela. Padahal masing-masing diri tidak ada yang sempurna.

Aku jadi teringat sebuah cerita saat salah seorang teman berkonsultasi kepada Covey. Si teman bercerita bahwa kehidupan rumah tangganya berantakan. Istrinya tidak lagi mencintainya.

Saran Covey, “Cintailah dia!”

Tapi Sang Teman merasa heran dengan saran ini, “Covey, perasaan cinta itu tidak ada lagi, bagaimana aku bisa mencintainya?”

Covey malah semakin menambahi, “Karena sudah tidak ada lagi, maka cintailah dia.”

Sang teman protes, “Bagaimana mungkin aku bisa mencintainya bila cinta itu sudah tidak ada lagi ada di hati?”

Maka Covey pun menjelaskan, “Kawan, cinta itu tidak hanya kata benda, cinta itu juga kata kerja. Cintailah dia, berkorbanlah demi dia, dengarkanlah cerita-ceritanya, bantu dia, hargai dia, dari sanalah munculnya cinta yang sebenarnya.”

Aku sendiri terkadang sering merasa bahwa cinta itu adalah perasaan atau kata benda. Tidak pernah terpikirkan bahwa cinta itu adalah sebuah kata kerja.

Maka Covey pun menjelaskan bahwa dalam rumusnya yang terkenal P/PC balance (keseimbangan P (Production) dan PC (production Capability)), cinta itu adalah P-nya, dan P tidak akan hadir tanpa ada PC yang dalam hal cinta berarti usaha untuk mencintai.

Kita sering mengharapkan muncul cinta tapi kita tidak pernah melakukan usaha untuk mencintai. Kita tidak pernah mendengarkan keluh kesahnya, ceritanya, kita juga jarang berkorban demi dia, maka tidak heran bila rasa cinta itu semakin berkurang.

Bila kau tidak lagi bisa merasakan cinta, maka itu adalah waktu yang tepat untuk mencintai.

Wallahu a’lam

16 thoughts on “Mencintai karena Cinta atau Cinta karena Mencintai

  1. covey itu siapa ya mas??
    Aku juga pernah denger cerita serupa di radio, tapi nanyanya ke ustad, dijawabnya juga sama “Ya Akhi, cintailah istrimu”, sampai 3x, trus baru dijelaskan panjang lebar tentang cinta adalah kata kerja. 🙂

  2. Sip, mas Gethuk ..
    Kembali kepada diri kita sendiri, karena setiap orang mempunyai pandangan berbeda tentang cinta. Bagaimanapun dan siapapun cinta Anda, jangan sia-sia kan keberadaan mereka, karena suatu saat kita akan merasa sedih saat mereka sudah tidak di samping kita (terutama keluarga kita).

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s