Seandainya Tidak Ada Ilmu Niscaya Manusia Itu Seperti Hewan


Cattle returning home in Mozambique #2

law lal ‘ilmu lakaana an-naasu kal bahaaim “Kalau bukan karena ilmu, niscaya manusia itu seperti hewan” (sumber gambar: Flickr.com)

Memang yang membedakan manusia dengan hewan itu adalah adanya akal pikiran. Sebuah hardware yang telah disediakan oleh Allah untuk menampung keahlian dan keilmuan.

Dan dengan akal pikiran itulah manusia kemudian dengan ilmu yang dia miliki menjadi beda dengan hewan. Naik satu tingkat lebih tinggi.

Namun yang jadi pertanyaan, kenapa banyak profesor, seringkali hanya memunculkan perdebatan bukan solusi? Kenapa muncul banyak pakar yang banyak bermunculan adalah komentator dan bukan problem solver?

Aku jadi teringat sebuah kisah di jaman para sahabat Nabi Muhammad. Mereka adalah generasi terbaik di dunia. Merekalah para pencari dan pemilik ilmu yang hebat. Bagaimana mereka mendapatkannya?

Mereka mendapatkan ilmu kemudian mengaplikasikannya. Sebelum mereka dapat mengaplikasikannya mereka tidak terlalu berhasrat untuk menambah ilmu-ilmu baru. Maka jadilah mereka para begawan terbesar sepanjang masa.

Mereka yang memiliki ilmu yang sedikit memang masih berusaha untuk mengamalkan ilmu yang sedikit yang belum sempurna ia kuasai.

Sebaliknya ada kalangan-kalangan yang ulama dan begawan yang memiliki bergunung-gunung ilmu, maka aplikasinya juga bergunung-gunung. Jadilah mereka memang orang yang layak menjadi ulama’ (orang yang banyak tahu).

Bukan saja pengetahuannya yang banyak tapi lebih penting lagi pengamalannya yang banyak. Bukan debat dan komentarnya yang menjadi ukuran, tapi kerja nyata yang jadi bukti keilmuan.

Mungkin aku sendiri termasuk orang yang banyak tahu tapi tidak banyak banyak pengamalan, maka aku sadar bahwa pasti aku banyak melakukan kesalahan. Semoga kesalahan-kesalahan yang kulakukan mengingatkanku bahwa aku ini tidak pantas untuk sombong.

Wallahu a’lam

13 thoughts on “Seandainya Tidak Ada Ilmu Niscaya Manusia Itu Seperti Hewan

  1. Jadi inget KH Ahmad Dahlan, menambah ilmu pada muridnya jika ilmu itu sudah dipraktekkan. Hmmm, jadi inget mahfudzot ini “ilmu tanpa diamalkan bagai pohon tak berbuah”.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s