Merokok dan Umar bin Khattab


No Smoking

No Smoking?

Apa hubungannya Umar bin Khattab dengan merokok? Apakah Umar bin Khattab pernah merokok? Setahuku sih tidak ada berita seperti itu. Tapi kali ini aku ingin mengusulkan sesuatu yang kudapatkan contohnya dari Umar.

Kau pasti sudah mengenal betul penggalan ucapan Umar ini. “Wajah-wajah celaka! Allah menista orang- orang ini! Barang siapa ingin diratapi ibunya, ingin anaknya menjadi yatim atau istrinya menjadi janda, temui aku di balik lembah itu.”

Ya, betul ini adalah penggalan kisah hijrah yang dilakukan Umar. Di saat yang lain hijrah dengan sembunyi-sembunyi, hanya Umar yang mengumumkan keputusannya bahkan menantang para jawara Quraisy.

Pelajaran dalam kalimat itulah yang akan berhubungan dengan merokok. Pelajaran yang berharga adalah membuat sebuah kalimat yang memiliki kekuatan emosi yang dahsyat.

Sebenarnya aku juga bisa mengganti ucapan Umar menjadi, “Barang siapa ingin mati, temui aku di balik lembah itu.” Cukup mewakili sebenarnya, tapi tidak terlalu kuat untuk menimbulkan efek emosi yang mencekam.

Karena orang akan berpikir, “Semua juga akan mati, bila aku mati, ya tidak mengapa”. Tapi yang digunakan oleh Umar bukan siapa yang ingin mati, tapi siapa yang ingin ibunya meratapi kematiannya, anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda.

Sudah sama-sama kita rasakan manusia itu bisa menahan untuk sakit yang terjadi bagi diri sendiri, tapi tidak orang yang dekat dengannya. Inilah kekuatan emosi manusia yang besar, dan kekuatan inilah yang membuat Indonesia merdeka, ingin agar anak keturunannya bebas tidak terjajah.

Maka untuk melarang penggunaan rokok bukan dengan, “Merokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung, impotensi dan seterusnya….” Kalimat itu kurang memiliki kekuatan emosi untuk membuat perokok berhenti.

Coba bila diganti dengan, “Merokok, membuat istrimu menjadi janda, anakmu menjadi yatim, dan orang tuamu menangis tanpa henti.” Atau mungkin dengan kalimat lain yang memiliki emosi yang besar.

Bagaimana menurutmu?

8 thoughts on “Merokok dan Umar bin Khattab

  1. Oh… gue kira apa?! trnyata soal penggunaan bahasa ya?. Tapi persoalan rokok itu sudah rumit Mas. Gue juga merokok (mohon digaris bawahi bahwa gue nggak selalu merokok, kadang2). Meskipun slogannya diganti apa aja, kalau masyarakat kita kurang berfikir yaa.. tetap saja.. Yang jelas seharusnya ada upaya untuk mengedukasi para perokok sehingga tahu akibat bahaya rokok, lebih tepat bila mata rantainya di putus, ayitu mengedukasi generasi muda.

    • nah itu juga mas Rifai, yang sempat menggangu pikiran. Anak mudah alias Remaja atau Ababil (ABG Labil) itu kalo istilah psikologinya peer to peer relationship-nya itu kuat banget. masa-masa remaja itu masa-masa pertemanan. dan sebagaimana dulu waktu muda kalo gak ikutan itu gak gaul dan gak punya banyak teman, dan itu gak asik banget…

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s