Apakah Kau Juga Menolaknya?


Luxury Motor Yacht Sequel P

Balasan kapal mewah juga tidak seberapa dibanding balasan kita.

Ini adalah cerita fiksi yang selalu kubayangkan. Seorang dekan Fakultas tempatku belajar mengajakku ngobrol. “Mas Anas, mau nggak saya tawari sesuatu, saya yakin pasti mau.” Ucap beliau. “Apa ya Pak?” Jawabku penasaran.

“Kalau Mas Anas kuliah ini saya biayai dari awal sampai akhir, semua fasilitas saya sediakan. Kalau Mas Anas butuh transportasi, saya bisa sediakan mobil, uang bensin pun ada.”

Kalau Mas Anas butuh akomodasi, saya punya rumah, bisa dipakai, masalah rekening listrik air dan telepon saya yang tanggung. Kalau butuh fasilitas laptop dan modem, saya sediakan, tenang saya juga yang nanggung”

Aku mulai heran. “Apa tidak salah ini dekan?”

Tapi tawarannya belum selesai, “Semua ini saya tawarkan agar, Mas Anas bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang cum laude. Dan nanti kalau Mas Anas bisa lulus dengan cum laude maka saya pastikan pekerjaan akan menanti Mas Anas.”

“Dan nanti kalau Mas Anas cukup yakin dan ingin menikah, putri saya yang sholihah juga siap saya nikahkan. Kalau tidak sreg dengan putri saya dengan yang lain juga boleh. Setelah itu semua penghidupan Mas Anas sudah saya tanggung dengan asuransi yang telah saya bayar. Mas Anas mau nggak?”

Dan bila tawaran ini benar, siapa yang cukup gila untuk tidak mengiyakan? Kalau aku dulu ditawari model yang seperti ini , pasti mau dan super mau.

Gambaran itu juga lah kira-kira menggambarkan hidup kita di dunia. Kita ini sudah diberi pesan oleh Yang Maha Menghidupkan. “Nas, kamu beribadah yang rajin ya? Patuh dengan orang tua, hormati orang yang lebih tua, sayangi yang lebih muda.”

“Kalau kau butuh modal, ini kuberikan modal yang tercanggih. Tubuh yang tidak membutuhkan ganti oli, karena sudah otomatis memperbaiki dirinya. Tidak perlu biaya mahal untuk mendapatkan tenaga cukup oksigen, air, dan makanan.”

“Tidak usah memikirkan berapa rizki yang kuberikan, pasti ada jatahnya tidak usah khawatir. Aku juga sudah menentukan keluarga yang terbaik yang sesuai untuk perkembangan akal, pikiran dan hatimu.”

“Dan nanti kalau kamu sudah selesai beribadah di dunia ini, kamu nanti akan kuberikan ganjaran terbaik yang tidak akan pernah kamu bayangkan, yakni surga. Ada kebun dan buah-buah yang nikmat, sungai yang menyegarkan, bidadari yang menarik pandangan. Wis, pokok’e mak nyus lah.”

Setelah semua tawaran itu semua ternyata masih ada yang gila untuk menolaknya.  Banyak lagi yang menolaknya. Manusia, manusia….??

One thought on “Apakah Kau Juga Menolaknya?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s