Sayang, Apakah Kau Lapar?


talk to me my love

talk to me my love (Photo credit: indrasensi)

“Hunny ndak lapar?” Tanya istriku. Ya kujawab dengan sejujurnya, “Ndak, kok aku belum lapar.” Maka kami pun kembali tenggelam dalam perjalanan ke sebuah tempat. Tidak lama berselang dia kembali bertanya, “Hunny ndak laper? Bener kah?”. Ya kujawab lagi, “Iya benar, aku belum lapar kok.”

Hingga akhirnya aku melihat istriku agak dongkol. Aku juga tidak tahu, apa yang membuatnya dongkol. Sampai akhirnya kembali aku membuka buku Why Men Don’t Listen. “Hehehe, aku tertawa sendiri membacanya.”

Ternyata kalimat pertanyaan yang ia ajukan sebenarnya sebuah permintaan agar aku berhenti dan mencari makan karena ia sudah lapar. Tapi ketika itu aku menganggapnya bahwa dia menanyakan kepadaku apakah aku lapar. Dan aku menjawabnya dengan polos, “Ndak, aku belum lapar.”

Tidak heranlah bila ia sepanjang jalan selalu bertanya terus. Ia berharap suaminya yang lugu ini bisa menangkap arti pertanyaannya.

Tapi ternyata bukan hanya aku saja. Rata-rata pria tidak terlalu bisa menangkap “kalimat bersayap” yang diajukan oleh wanita.

Wanita adalah orang yang sangat peka dan emosional. Maka kadang secara tidak sadar ketika mereka meminta sesuatu, mereka menggunakan perkataan yang berbelit-belit. Itu semua karena mereka tidak ingin dianggap terlalu keras atau kasar.

Selain itu otak wanita itu didesain untuk berkomunikasi, sehingga semakin banyak kata yang mereka ungkapkan dengan “kalimat bersayap”, semakin dekat hubungan mereka.

Tapi ingat, rumus ini tidak berlaku bagi pria. Bagi pria keterusterangan adalah kunci. Bahasa pria cenderung tegas, jelas. Bila ia lapar, dia akan mengatakan kepada pasangannya, “Hun, aku lapar.” Tanpa harus berlama-lama, “Heemmm, hunny sudah makan belum? Udah laper gak?”

Ya memang tidak semua. Terus bagaimana solusinya? Berlatih. Si pria berlatih untuk menangkap “kalimat bersayap”. Sedangkan si wanita belajar berkata terus terang (walau kata istriku kadang terus terang itu tidak seru, tidak romantis tapi daripada kecewa tidak apalah).

Bagaimana menurutmu?

3 thoughts on “Sayang, Apakah Kau Lapar?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s