Hari-hari yang telah berlalu itu tidak akan kembali


Calender for August

Lan Tarji’al Ayyamul Latii Madhot

Mahfudzot ini mirip dengan yang “waktu itu lebih berharga dari pada emas”. Kedua-duanya memang membicarakan soal waktu dan betapa berharganya waktu.

Tapi aku menangkap sesuatu yang berbeda. Bila dalam “waktu itu lebih berharga dari pada emas”, maka yang muncul itu adalah semangat untuk lebih memanfaatkan waktu.

Sedangkan untuk mahfudzot ini ada dua perasaan yang muncul. Yang pertama adalah perasaan kecewa, karena aku tidak berusaha maksimal di masa laluku. Seharusnya aku dulu memilih sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lebih baik.

Bila saja aku melakukan dengan lebih baik pastilah aku sekarang ini menjadi lebih baik. Atau sebaliknya bila saja aku tidak melakukan sesuatu yang kulakukan pasti sekarang aku menjadi lebih baik.

Tapi Rasulullah saw sendiri sudah melarang perkataan pengandaian. Kata-kata ‘andai saja’ itu tidak pantas diungkapkan oleh seorang muslim. Karena yang terjadi telah terjadi. Tidak ada gunanya hidup di masa lalu.

Dan itulah perasaan kedua yang muncul. Segera lepas dari bayangan masa lalu. Ketika engkau sudah mengetahui kurangnya dirimu di masa lalu, bukan saatnya menyesali dan mengingat serta ber-”andai saja dulu”.

Kini adalah saatnya untuk mengukir masa depanmu. Apa yang kau pilih saat ini akan menjadi masa depanmu. Maka pertanyannya adalah, “Apa yang akan kau lakukan agar di masa yang akan datang kau tidak berandai tentang masa lalumu?”

Karena hari-hari yang berlalu itu tidak akan kembali, maka jangan hidup di masa lalu, tutup keburukan dan kekurangan di masa lalu. Tatap masa depanmu agar tak mengulangi kesalahan yang sama berulang kali.

Wallahu a’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

5 thoughts on “Hari-hari yang telah berlalu itu tidak akan kembali

  1. Siip, sepakat mas. Jika terus2an melihat kebelakang maka kita akan menabrak sesuatu didepan kita. Oya mas, kalo kata akunya diganti saya kaya’nya lebih enak dech🙂 Maaf komplen lagi nich🙂

    • terima kasih bu, atas sarannya. untuk aku ,saya dan gue. aku pilih aku. karena gue bukan orang jakarta, saya pasangannya yang pas itu anda jadi terlalu formal. maka yang kupilih adalah aku dan kamu. santai dan rasa setara (egaliter).

  2. seperti yang saya reply di twitter mas. setuju. jangan pernah menyianyiakan waktu. coz we can’t turn back time (nyanyi Turn Back Time… )

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s