Temanmu adalah orang yang membuatmu menangis bukan orang yang membuatmu tertawa


Best Friends Forever

Temanmu yang terbaik itu rela membuatmu menangis (Photo credit: wickenden)

Jujur, ketika pertama kali aku mendengar mahfudzot yang satu ini aku bingung. Bagaimana mungkin orang yang membuat kita menangis itu layak disebut sebagai teman. Bukankah itu lebih layak disebut sebagai musuh?

Tapi teman ini adalah seorang shodiiq (lihat penjelasan mahfudzot ini dulu). Orang yang jujur pastilah berkawan atau berteman dengan orang yang jujur. Dan kebingungan ini lambat laun akhirnya terjawab.

Suatu ketika Rasulullah mengajarkan, Bantulah saudaramu, baik waktu didholimi atau mendholimi, maka spontan saja para sahabat bertanya. “Ketika didholimi tentu saja kami membantu, tapi waktu ia mendholimi, bagaimana kami bisa membantunya?”

Bantulah dia dengan mencegahnya melakukan kedholiman. Atau bila terlanjur ia lakukan, hentikan kedholimannya segera, itulah bantuan yang harus kau lakukan sebagai saudara. Begitu jawab Rasulullah.

Aku tersentak. Bisa jadi seorang teman akan mencegahmu mati-matian untuk berbuat dholim dan itu adalah bantuan yang terbaik bagimu.

Sebaliknya, Rasulullah juga mengatakan, Siapa yang berdusta untuk membuat orang lain tertawa, celakalah dia… celakalah dia. Aku makin tercengang dan termangu.

kawan adalah orang yang sanggup membuat kita menangis karena mencegah kita melakukan kedhaliman. Ia tidak ingin kita menjadi orang yang jahat dan buruk. Yang ia lakukan adalah sesuatu yang baik, meski kadang prosesnya membuat kita menangis, marah kecewa dan kesal.

Sebaliknya berhati-hatilah dengan orang yang sering membuat kita tertawa. Karena bisa jadi ia sebenarnya menghalalkan dusta demi membuat kita nyaman, tidak sadar dan terbuai dengan tawa.

Lalu pertanyaannya ialah apakah dirimu membuat menangis atau tertawa? Wallahu a’lam

15 thoughts on “Temanmu adalah orang yang membuatmu menangis bukan orang yang membuatmu tertawa

  1. setuju mas. mereka yang mampu membuat kita menangis lebih mengerti kita dan menginginkan kita untuk lebih baik.
    tapi tak mudah ya mas menjadi teman yang seperti itu. karena banyak yang merasa – bahwa kita terlalu ‘sok tahu’ tentang mereka.

  2. bahkan kadang, saat ‘memakai topeng’ untuk membuat temannya happy dan merasa aman, ada yang berdalih,
    “gpp berbohong demi kebaikan”.
    -_-
    😦

  3. Mungkin yang harus diperhatikan, the way to communicate-nya bukan Mas?
    Kreativitas kita yg diperlukan untuk menyampaikan pesannya. Gitu gak ya?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s