Mengapa Selling itu Susah?


help

Kau bisa lebih pede bila selling-mu benar-benar dalam rangka membantu (Photo credit: Mike_tn)

Ada dua hal yang mengingatkanku tentang mengapa selling itu sangat susah. Yang pertama adalah penjelasan dari Seth Godin. Dan yang kedua adalah sebuah hadits dari Rasulullah saw.

Penjelasan dari Seth Godin memang sengaja aku letakkan di awal bukan karena lebih baik. Tapi bahasanya yang sesama bukan Nabi dan Rasul membuatku kadang-kadang bisa lebih nyambung tentang istilah dunia.

Dia mencontohkan seperti ini. Bila kau sedang mengendarai mobil, dan di sisi jalan kau lihat tetanggamu sedang berjalan kaki membawa belanjaannya. Dari lokasi itu untuk sampai di rumahnya kira-kira butuh waktu 30 menit bila berjalan kaki.

Maka kau pun memberanikan diri berhenti dan menawarkan kepadanya, “Bu, bagaimana bila ikut saya? Ibu mau ke rumah khan?” Bagaimana perasaanmu?

Bandingkan bila di suatu hari kau harus pergi membeli obat, sementara kendaraanmu sedang berada di bengkel. Kau tahu tetangga samping kananmu punya motor. Maka kau pun memberanikan diri meminjam kepadanya.

“Bu, apakah saya bisa meminjam motornya? Saya sedang butuh nich, harus segera nebus obat buat istri saya.” Sudahkah kau tahu perbedaan dari dua kondisi di atas?

Yang satu kau menawarkan bantuan, dan yang kedua kau mengharapkan bantuan. Yang mana kau lebih merasa percaya diri dan kadang merasa bangga? Pasti yang pertama. Dan di kondisi mana kau merasa malu-malu? Pasti yang  kedua.

Ketika kita benar-benar menawarkan sesuatu yang memang membantu orang lain kita tidak merasa malu tapi malah sebaliknya, percaya diri dan bangga. Sedangkan bila kau meminta bantuan. Kau akan merasa malu.

Begitu juga dengan selling kawan. Kau bisa merasa pede dan bangga bila produk atau jasa yang kau tawarkan memang kau yakini bisa membantu calon pelangganmu. Artinya kau menawarkan bantuan. Bukan meminta bantuan.

Rasulullah juga pernah bersabda, “Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan yang di atas adalah memberi dan tangan yang di atas adalah yang meminta.” (HR. Muslim)

Bagaimana menurutmu, pernahkah kau mengalami selling dengan pede?

Wallahu a’lam

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s