Ilmu Tanpa Pengamalan Itu Bagaikan Pohon Tak Berbuah


Cacao tree with fruit

Al-‘ilmu bilaa ‘amalin kasy-syajari bilaa tsamarin

Mahfudzot ini pasti sudah kau kenal. Hampir dipastikan tidak ada yang tidak kenal dengannya. Tapi untuk menjelaskan mahfudzot yang sudah terkenal ini aku ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda.

Sudut pandang itu adalah “Ilmu dengan Pengamalan itu Bagaikan Pohon yang Berbuah.” Tapi apa yang unik dan menarik dari pohon yang berbuah? Bukankah itu sudah umum kita jumpai? Tapi tahukah kau sebenarnya manfaat buah tersebut?

Menurutku dilihat dari siapa yang mengambil manfaatnya, ada tiga manfaat buah. Yang pertama adalah manfaat buah bagi pohon. Secara umum, biji yang merupakan generasi penerus pohon tidak bisa langsung tumbuh. Ia harus dibungkus oleh daging buah.

Bila buah itu jatuh, maka ia bisa menjadi sumber penyubur bagi biji. Ketika daging buahnya terurai, ia akan menyuburkan tanah bagi generasi pohon berikutnya.

Ketika tidak jatuh, buah bisa dimakan oleh manusia atau binatang. Dan bijinya terkadang keluar bersama kotoran yang secara tidak langsung juga menjadi penyubur bagi munculnya generasi pohon berikutnya.

Kedua adalah manfaat bagi manusia dan hewan. Mereka mendapatkan banyak manfaat dari daging buah sebagai bahan nutrisi, sekaligus manfaat lain yang mereka temukan selanjutnya.

Ketiga adalah manfaat bagi tanah atau lingkungan jatuhnya buah. Daging buah yang membusuk akan menyuburkan tanahnya sehingga memungkinkan pohon-pohon akan tumbuh subur.

Dari ketiga manfaat tersebut, terlihat bahwa manfaat terbesar itu didapatkan oleh pohon itu sendiri. Ia akan melahirkan pohon-pohon berikutnya. Manfaat yang diambil manusia, hewan atau lingkungan hanya menjadi sarana agar terlahir pohon-pohon berikutnya yang lebih banyak dan lebih subur.

Maka ketika seseorang yang berilmu mengamalkan ilmunya, sebenarnya ia sendiri yang mendapat manfaat terbesar. Semakin banyak yang mencontoh amalnya yang dengan landasan ilmu, ia mendapatkan bagian pahala dari tiap yang mencontohnya. Wallahu a’lam

 

3 thoughts on “Ilmu Tanpa Pengamalan Itu Bagaikan Pohon Tak Berbuah

  1. jadi ingat kisah pohon apel dan seorang anak. sang pohon merelakan semua untuk anak itu. karena dia merasa itulah tujuan hidupnya di dunia ini. memberi dan memberi untuk sang anak.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s