Sadarkah Kau akan Konsekuensi Pilihanmu?


The Agony of Defeat

The Agony of Defeat (Photo credit: Jack Zalium)

Entahlah kawan, tiba-tiba saja aku berpikir keras dengan sesuatu yang namanya konsekuensi. Mungkin karena semalam baca bukunya Covey soal konsekuensi ini.

Ia mengatakan bawah konsekuensi ini sebenarnya sesuatu yang ada di area circle of concern tapi jarang mendapatkan perhatian yang cukup. Jadi banyak orang yang gagal memahami bahwa konsekuensi ini tidak bisa kau pilih.

Diambil dari bahasa asalnya yakni latin, konsekuensi dalam Latin ditulis sebagai consequor. Kalau dalam arti Inggrisnya berarti follow closely. Atau yang mengikuti dengan seksama atau dekat.

Konsekuensi adalah hasil atau kondisi yang mengikuti akibat dari pilihan-pilihan yang kau ambil. Hasil dan kondisi ini tidak bisa kau atur kawan.

Contohnya adalah yang kuambil dari kisah Nabi Muhammad saw ketika akan berangkat ke Perang Uhud. Seorang Rasul, yang punya kedekatan dengan Allah, yang punya wahyu untuk membimbingnya ternyata diminta oleh Tuhannya untuk bermusyawarah.

Dan konsekuensi dari berkumpulnya banyak kepala tentu saja adalah perbedaan pendapat. Sampai akhirnya mengerucut pada dua pendapat saat itu, berangkat menyongsong musuh atau menungu mereka mendatangi Madinah.

Dan ketika yang disepakati oleh sebagian besar umat Islam adalah menyongsong musuh. Rasulullah pun segera memasang baju perangnya.

Perbedaan pendapat ketika bermusyawarah adalah konsekuensi. Kalah di Uhud ketika pasukan tidak mematuhi perintah panglima juga adalah konsekuensi. Dan Rasulullah paham betul tentang konsekuensi ini.

Dalam rapat dan musyawarah konsekuensinya adalah berbeda pendapat. Maka bersabar atas perbedaan pendapat dan mencoba mencari kesepakatan bersama adalah sikap terbaik atas konsekuensi yang muncul.

Kekalahan ketika tidak lagi mengikuti perintah pimpinan adalah sebuah konsekuensi. Dan Allah kemudian mengingatkan agar umat Islam belajar atas konsekuensi yang muncul dari pilihan mereka.

Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Ali Imran: 165)

6 thoughts on “Sadarkah Kau akan Konsekuensi Pilihanmu?

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s