Jangan-Jangan Aku Jatuh Cinta dengan Steve Jobs?


Steve Jobs at the WWDC 07

I fell in love with his making”insanely great” product concept

Beberapa saat yang lalu ada seorang kawan berdiskusi dengan aku dan beberapa temanku. Ia mengajak kami berdiskusi tentang marketing dan selling serta bagaimana seharusnya kami menggunakannya.

Ia menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana sebaiknya marketing dan selling itu dipadukan. Tapi dalam diskusi tersebut dalam hati dan pikiranku memberi sebuah ide lain.

Ia menjelaskan bagaimana marketing itu adalah proses untuk mengamati apa kira-kira yang dibutuhkan oleh masyarakat atau sebuah segmen dari masyarakat. Dengan mengetahui hal itu kita akan bisa membuat sebuah produk yang jelas-jelas dibutuhkan oleh pelanggan katanya.

Kemudian ia juga menjelaskan bahwa bila dulu selling itu adalah sebuah proses dimana produk dibuat dan dipaksakan kepada pelanggan, kini selling itu harus berubah. Selling harus menyatu dengan marketing. Ia harus menjadi sebuah proses lanjutan dari marketing.

Tapi selama ia menjelaskan dan mengajak kami berdiskusi tentang hal itu yang kupikirkan hanya satu. Steve Jobs. Tokoh yang satu ini membuat paradigmaku berubah.

Aku melihat bagaimana ia tidak hanya asal-asalan membuat produk kemudian memaksa salesman menjualnya. Ia juga tidak melihat apa yang dibutuhkan oleh calon pelanggannya.

Ungkapan yang aku sukai dari Steve Jobs adalah, ia senang membuat produk yang “insanely great.” Dan itu terbukti. Ia tidak lagi mewakili konsep marketing dan selling yang lama.

Produk yang “insanely great” tidak memandang segmen. Ia juga memudahkan salesman. Maka aku pun berpikir, mengapa kita tidak membuat produk yang juga “insanely great”?

Meski mahal di awal, susah, dan ribet, tapi kualitasnya yang “insanely great” akan membuatnya melesat jauh dibandingkan yang lainnya. Tapi biarlah ideku ini kusimpan. Karena kupikir jangan-jangan aku sudah jatuh cinta dengan filosofi Steve Jobs?

Bagaimana denganmu kawan?

3 thoughts on “Jangan-Jangan Aku Jatuh Cinta dengan Steve Jobs?

  1. filosofi yang memang gila sih mas.
    saya bukan orang marketing ataupun selling mas, jadi agak bingung juga kalau mau komentar banyak.
    tapi komentar mengenai marketing di atas, secara teori memang benar. lihat apa kebutuhan, penuhi kebutuhan itu. nah… menurut saya, Steve Jobs melihat ini. saat dia membangun Apple, dia melihat adanya kebutuhan ini di masa depan… tapi dia sudah memikirkannya jauh dari yang lain. dan dia tahu, untuk berhasil, dia harus memberikan yang unik. ini sih pendapat saya yang awam mas.

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s