Bila Kau Bertemu dengan Kesalahan


WRONG WAY

menghadapi kesalahan harus disadari, diakui dan belajar darinya.

Ini masih berhubungan dengan pesan dari Stephen Covey soal Circle Of Concern. Selain konsekuensi yang seharusnya menjadi perhatian lebih dari kita. Ada satu lagi yang disebut kesalahan.

Ketika membahas kesalahan yang paling mudah adalah membandingkannya dengan saat-saat mengerjakan tes atau ujian saat sekolah.

Saat ujian kita pasti ingin jawaban yang kita pilih adalah jawaban yang benar. Tapi saat itu bisa jadi kita tidak tahu apakah jawaban tersebut benar atau salah. Dan satu-satunya waktu kita bisa tahu adalah saat hasil ujian kita dinilai.

Tak jauh berbeda dengan pilihan yang ada dalam kehidupan ini kawan. Kau ingin  pilihan yang kau ambil adalah yang benar. Atau paling tidak kau yakin bahwa pilihan yang kau ambil adalah benar menurutmu.

Namun konsekuensi yang mengikuti pilihanmu akan menunjukkan apakah pilihanmu salah atau tidak. Dan karena kesalahan itu disadari setelah konsekuensi terjadi, seringkali kau merasa terkungkung dengan kesalahan. Muncullah kata-kata “jika saja” atau “seandainya.”

Padahal kesalahan itu adalah hal yang wajar dalam diri manusia. Tidak ada manusia yang tidak melakukan kesalahan. Bahkan sampai pada mereka yang Nabi dan Rasul. Karena mereka ini juga manusia.

Nabi Muhammad saw pernah mengira bahwa berdakwah kepada para pembesar Quraisy akan lebih bermanfaat. Bila para pembesarnya masuk Islam pastilah akan lebih mudah mengajak yang lainnya pada Islam.

Namun dalam prosesnya ada seorang yang “mengganggu” dakwah beliau. Seorang sahabat buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum ingin mendapat pelajaran tentang Islam. Maka Rasulullah membalas permintaan sahabatnya ini dengan muka masam.

Allah swt pun menegur, bahwa pilihan yang diambil Nabi ini tidak tepat.

Kesalahan dalam mengambil keputusan memang tidak bisa dipisahkan dari hidup manusia meski ia telah menimbang dengan seksama.Maka sadari kesalahanmu, akui kelemahanmu dan belajarlah darinya.  Itulah cara terbaik ketika bertemu dengan kesalahan.

7 thoughts on “Bila Kau Bertemu dengan Kesalahan

  1. Memutusakan memang memiliki 2 konsekuensi. Bisa benar bisa pula salah. Jikalaupun salah selama masih mau memperbaiki itu jauh lebih baik. Betul begitu khan Om gethuk 🙂

Bagaimana menurutmu kawan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s